Pos Kesehatan dan Ambulans Siap Hadapi Malam Tahun Baru

Pos Kesehatan menghadapi malam pergantian tahun
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Menyambut pergantian tahun, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan layanan kesehatan darurat di sejumlah titik keramaian. Pos kesehatan dan ambulans ditempatkan di kawasan Tugu, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer untuk memastikan warga maupun wisatawan yang merayakan malam tahun baru dapat segera ditangani jika mengalami gangguan kesehatan.

img_title Akses Difabel Regol Ayom di Malioboro Masih Uji Coba

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa tiga pos pelayanan kesehatan telah beroperasi sejak 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Pos tersebut berada di Puskesmas Jetis yang melayani kawasan Tugu, Jalan Abu Bakar Ali, serta Titik Nol Kilometer. Ia menekankan pentingnya jalur darurat di Malioboro agar ambulans dapat bergerak cepat saat terjadi kondisi gawat darurat. “Kami minta Dishub dan Polresta mengatur jalur exit emergency supaya ambulans bisa segera membawa pasien, termasuk jika ada serangan jantung,” ujarnya.

Selain posko, Pemkot juga menyiagakan lima unit Automated External Defibrillator (AED) di titik-titik strategis yang ramai wisatawan, seperti Hotel Grand Zuri, Plaza Malioboro, Teras Malioboro Ketandan, Teras Malioboro 1, dan Taman Pintar. Alat kejut jantung portable ini dapat diakses publik secara gratis. “Penempatan AED di lokasi wisata memudahkan masyarakat menjangkau alat tersebut bila terjadi serangan jantung di tengah keramaian,” tambah Hasto.

img_title Yogyakarta Merayakan Kehidupan Budaya dengan Semangat “Manjing Ajur Ajer”

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyebut pos kesehatan beroperasi dengan sistem tiga shift, dari pagi hingga malam. Di luar jam operasional, layanan kegawatdaruratan tetap tersedia melalui Public Safety Center (PSC) 119. Pada malam tahun baru, pengamanan kesehatan diperketat dengan penambahan ambulans di setiap pos, masing-masing dijaga tiga hingga empat petugas. Posko tambahan juga disiapkan di Kepatihan, Pasar Beringharjo, Ngejaman, dan Titik Nol Kilometer.

Emma menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di Yogyakarta, baik pemerintah maupun swasta, tetap membuka layanan IGD 24 jam. Dua puskesmas dengan fasilitas rawat inap dan persalinan, yakni Jetis dan Tegalrejo, juga beroperasi penuh. Biaya penanganan darurat di IGD selama 24 jam pertama ditanggung pemerintah daerah melalui program Jamkesos.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kota Yogyakarta, Prie Aka Mahdayanti, menambahkan bahwa sebagian besar kasus yang ditangani pos kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru adalah keluhan ringan, seperti cek tensi, luka lecet, dan kelelahan. “Sejauh ini kondisi masih aman terkendali. Kasus yang datang bisa ditangani di posko tanpa perlu rujukan. Obat-obatan dan peralatan emergency sudah tersedia, dan layanan diberikan tanpa syarat identitas,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title