Dugaan Keracunan Mahasiswa Unisa Yogya, 20 Pulang dan 2 Masih Dirawat

Mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah diduga keracunan
Sumber :
  • Bing Image Creative

SLEMAN, VIVA Jogja - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mulai menunjukkan perkembangan positif. Dari total 22 mahasiswa yang sempat dirawat, 20 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 2 lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

img_title Pemda DIY Perketat Pengawasan Higienitas, Sidak SPPG Kota Yogyakarta

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa, Dewi Rokhanawati, menyebutkan bahwa kondisi mahasiswa yang masih dirawat di RS Sakinah Idaman dan PKU Muhammadiyah Gamping kini berangsur membaik. “Pantauan terakhir menunjukkan kondisi mahasiswa lebih stabil dibanding saat pertama masuk rawat inap,” ujarnya.

Peristiwa ini terjadi pada 29 Desember 2025, ketika 40 mahasiswa mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) di RS Jiwa Ghrasia. Sebagai bagian dari fasilitas kegiatan, peserta menerima paket snack berisi banana cake, tahu sarang burung, dan risoles mayo. Malam harinya, sejumlah mahasiswa mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, demam, dan pusing.

img_title Sleman Optimistis Sambut Gelombang Wisatawan Lebaran 2026

Direktur RS Jiwa Ghrasia, dr. Akhamad Akhadi, menjelaskan bahwa konsumsi tersebut berasal dari jasa katering eksternal. Dari hasil penelusuran epidemiologi, risoles mayo disebut paling rentan menjadi penyebab karena proses produksinya dilakukan sehari sebelum kegiatan. “Ini masih dugaan, kepastian penyebab menunggu hasil laboratorium resmi,” tegasnya.

RS Jiwa Ghrasia bersama Dinas Kesehatan DIY dan Balai Laboratorium Kesehatan telah mengamankan sampel makanan, muntahan, serta feses untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak rumah sakit juga menegaskan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan pasien, termasuk koordinasi dengan kampus asal mahasiswa.

img_title Kilas Balik Sidang Hibah Pariwisata: Potongan Fee hingga Proposal Salah Sasaran

Hingga 4 Januari 2026, laporan resmi menyebutkan mayoritas mahasiswa telah pulih. Beberapa rumah sakit rujukan seperti RS Queen Latifa, RS Condongcatur, dan RS Jiwa Ghrasia sendiri sudah memulangkan pasien setelah kondisi membaik.

Pihak kampus dan rumah sakit meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian. “Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan mahasiswa. Semua pihak berkomitmen transparan dalam proses ini,” kata dr. Akhadi.