Apel Siaga Kokam DIY, Serukan Perlawanan terhadap Miras dan Premanisme

Kokam DIY Apel Siaga anti Miras
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

SLEMAN, VIVA Jogja  – Personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Apel Siaga bertajuk Bersatu Melawan Miras di Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (15/02/2026). Kegiatan yang digelar Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus pernyataan sikap menolak peredaran minuman keras (miras) ilegal dan aksi premanisme di wilayah DIY.

img_title Haedar Nashir Ingatkan Pemerintah Prabowo-Gibran: Kritik Rakyat Harus Jadi Energi Perbaikan

Ketua PWPM DIY, M Arif Darmawan, menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya tidak boleh membiarkan praktik peredaran miras berkembang bebas di tengah permukiman warga. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bersuara dari belakang layar. Ini saatnya bersatu menjaga generasi masa depan dari ancaman penyakit sosial,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Kokam dan SAR PWPM DIY, Rizal Ismail, menyebut apel siaga tersebut sebagai panggilan moral dan kemanusiaan. Ia menilai maraknya peredaran miras telah merusak ketertiban sosial dan memicu tindak kriminalitas. “Kami tidak bisa tinggal diam ketika miras mulai dinormalisasi hingga ke pelosok desa. Jika dibiarkan, dampaknya akan semakin luas terhadap keamanan dan moral masyarakat,” tegasnya.

img_title Pemimpin Perguruan Tinggi Harus Hadirkan Terobosan, Pesan Haedar Nashir di Milad ke-35 UNISA Yogyakarta

Selain isu miras, Kokam DIY juga menyoroti kasus pengeroyokan terhadap seorang satpam RSU PKU Muhammadiyah Nanggulan yang merupakan anggota aktif Kokam. Dalam kesempatan itu, Kokam mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan. Mereka menilai penanganan perkara harus memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ketegasan aparat sangat dibutuhkan demi tegaknya keadilan. Jika kasus kekerasan seperti ini kembali terjadi, kami siap melakukan konsolidasi lebih luas,” kata Rizal.

img_title UMY Targetkan 7.500 Mahasiswa Baru, Dosen Diminta Aktif Promosikan Kampus

Dukungan terhadap gerakan menjaga ketertiban sosial juga datang dari Anggota DPD RI Dapil DIY, Ahmad Syauqi Soeratno. Ia mengapresiasi semangat masyarakat dan organisasi yang aktif mengawal kehidupan sosial. Menurutnya, forum-forum komunitas seperti apel siaga menjadi ruang partisipasi publik dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Komunitas yang terstruktur dengan nilai kuat mampu menjadi penggerak kegiatan sosial. Komitmen masyarakat mengawal kehidupan sosial ini yang paling penting,” ujarnya. Ia juga menekankan peran media dalam menyosialisasikan bahaya penyakit masyarakat seperti miras, judi daring, dan narkoba.

Halaman Selanjutnya
img_title