Sleman Surplus Pangan Jelang Lebaran 2026

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja – Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-DIY Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa kondisi harga pangan di wilayahnya sepanjang Januari 2026 menunjukkan tren deflasi. Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjelang Ramadan dan Idul Fitri, harga daging ayam ras dan daging sapi berpotensi mengalami kenaikan. Karena itu, penguatan pasokan, kelancaran distribusi antar daerah, serta langkah stabilisasi harga harus terus dijalankan oleh TPID.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Berdasarkan neraca pangan, ketersediaan bahan pokok di Sleman menjelang Idul Fitri 2025 dan 2026 secara umum berada dalam kondisi surplus. Komoditas utama seperti beras, cabai, gula pasir, daging ayam ras, dan telur ayam ras mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan pada 2026, surplus pangan diperkirakan meningkat, terutama untuk cabai dan protein hewani. Namun, Danang menekankan bahwa potensi tekanan harga tetap perlu diantisipasi akibat lonjakan permintaan dan faktor distribusi menjelang HBKN.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka tetap dalam koridor sasaran, melainkan juga memastikan ketenangan sosial dan kepastian ekonomi. Ia menegaskan bahwa menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, pendekatan yang digunakan tidak boleh reaktif, melainkan harus antisipatif, presisi, dan terkoordinasi.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Sri Sultan sekaligus memberikan apresiasi kepada TPID DIY yang berhasil meraih Juara 2 TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa–Bali dalam ajang TPID Award 2025. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi dorongan agar koordinasi yang rapi dan langkah terukur senantiasa berlanjut, terutama dalam menghadapi dinamika harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran.

Dengan kondisi surplus pangan yang terjaga, ditambah koordinasi lintas sektor yang semakin solid, Sleman optimistis mampu menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Namun, pemerintah daerah tetap menekankan pentingnya antisipasi agar gejolak harga tidak mengganggu ketenangan sosial dan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga