DIY Luncurkan Logo Hari Jadi ke-271

Lounching Logo Hari Jadi ke-271 DIY
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Menjelang peringatan Hari Jadi ke-271, Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memperkenalkan logo baru sebagai identitas visual perayaan tahun ini. Peluncuran berlangsung di Amfiteater Teras Malioboro Beskalan, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi bersama. Logo terpilih hasil sayembara terbuka dianggap sebagai wujud kemanunggalan pemerintah dan masyarakat. “Semangat membangun Yogyakarta tumbuh di tengah warga, bukan hanya di ruang pemerintahan,” ujarnya.

Logo tahun ini mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, yang menekankan komitmen menjaga keistimewaan, memperkuat daya saing, serta memastikan pembangunan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Setiap detail visual dirancang sarat makna, mulai dari warna hijau yang melambangkan harmoni hingga aksen merah sebagai simbol jati diri.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Ketua Panitia HUT DIY ke-271, Srie Nurkyatsiwie, menjelaskan bahwa perayaan akan berlangsung selama dua bulan, dari 11 Februari hingga 11 April 2026. Agenda meliputi ziarah leluhur, gerakan kebersihan, hingga peluncuran jingle “Semarak Jogja” karya ASN Pemda DIY. Kegiatan sosial dan religi juga digelar bertepatan dengan bulan Ramadan, dengan harapan memberi dampak ekonomi, sosial, dan tradisi hingga ke tingkat kelurahan.

Pemenang Sayembara

img_title DPAD DIY Dorong Inovasi Kearsipan untuk Menjaga Warisan Sejarah Yogyakarta

Puncak acara ditandai dengan penetapan Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma sebagai pemenang sayembara logo. Desainer grafis berusia 36 tahun itu menyebut karyanya sebagai “surat cinta” bagi tanah kelahiran. Ia menekankan bahwa logo bukan sekadar gambar estetis, melainkan harapan agar nilai keistimewaan Yogyakarta terus diwariskan lintas generasi.