Pemkab Kulonprogo Bergerak Cepat Tangani Longsor, 30 Titik Terdampak
- humas Pemkab Kulonprpgo
KULONPROGO, VIVA Jogja - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kulonprogo sejak Senin (16/02/2026) sore hingga dini hari memicu bencana tanah longsor di berbagai titik, terutama di kawasan perbukitan Menoreh. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim gabungan untuk meninjau lokasi dan memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Bupati Kulonprogo, R Agung Setyawan, bersama jajaran Kodim 0731, BPBD, dan Baznas Kulonprogo, meninjau langsung kondisi warga di Kapanewon Nanggulan dan Kalibawang. Akses menuju rumah korban cukup sulit karena berada di lereng bukit dan tertutup material longsor. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Saudara-saudara kita tidak hanya tertimpa material tanah, tapi juga pohon hingga tiang listrik. Saya menghimbau masyarakat untuk lebih waspada karena curah hujan saat ini sulit diprediksi,” ujar Agung.
Salah satu warga Banyuroto, Nanggulan, Sarwadi, menceritakan detik-detik rumahnya rusak akibat longsor. “Sekitar jam 23.00 malam terdengar suara keras. Pohon bambu jatuh menimpa rumah hingga rusuk patah dan atap bolong. Dalam kondisi gelap, saya langsung mengajak anak keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya. Sarwadi menerima bantuan program ALADIN (Atap Lantai Dinding) senilai Rp5 juta dari Baznas serta bantuan darurat dari BPBD.
Hal serupa dialami Ismadi, warga Banjaroya, Kalibawang. Atap dan dinding rumahnya rusak tertimpa pohon saat hujan lebat. Ia menerima bantuan darurat senilai Rp1 juta dari Baznas dan BPBD. “Bantuan ini sangat berarti untuk perbaikan awal rumah kami,” katanya.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Setyawan, hingga saat ini tercatat lebih dari 30 titik bencana di wilayah Kulonprogo, dengan konsentrasi terbanyak di Kalibawang. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan bangunan cukup parah, mulai dari tembok jebol hingga atap hancur. Kami meminta warga di lereng bukit untuk melakukan manajemen air yang baik dan memangkas pohon besar yang berpotensi membahayakan,” jelasnya.
Selain di Banyuroto, bantuan darurat juga disalurkan di tiga titik lain di Kalibawang, yaitu Puguh, Tonegoro, dan Banjarharjo, masing-masing sebesar Rp1 juta. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memantau proses pemulihan pasca bencana dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.