DPRD Kulonprogo Dorong Pemerintah Perkuat Perencanaan dan Sinergi
- jogja.viva.co.id/Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja - Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, menilai kepemimpinan Bupati Agung Ambar selama tahun pertama masih berjalan secara normatif dan responsif terhadap masyarakat. Namun, menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaat nyata dari kebijakan strategis yang dijalankan. Aris menekankan bahwa sejauh ini belum terlihat adanya inovasi signifikan dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor-sektor yang seharusnya menjadi motor percepatan pembangunan juga belum tampak jelas arah dorongannya.
Dalam pandangan DPRD, tahun pertama pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Kulonprogo Agung-Ambar perlu difokuskan pada penguatan perencanaan keuangan serta membangun kolaborasi terbuka antara legislatif dan eksekutif. “Kami mendukung program yang baik, namun tetap menjalankan fungsi kontrol melalui kritik yang konstruktif. Ada kebijakan yang menurut kami bersifat emosional dan tidak esensial, sehingga perlu dikaji ulang,” ujar Aris. Ia mencontohkan perubahan kebijakan terkait ornamen geblek sebagai simbol khas Kulonprogo. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sementara dana yang digunakan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Aris menegaskan bahwa masih banyak persoalan mendasar yang harus disentuh pemerintah, terutama di wilayah selatan, timur, dan utara Kulonprogo. Infrastruktur jalan yang rusak, sarana prasarana pertanian, serta sistem drainase menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. “Jika kebijakan emosional terus dilakukan, kami akan tetap melakukan kontrol konstruktif. Kebijakan yang tidak ada manfaatnya tidak boleh dibiarkan, karena tidak akan merubah apapun,” tegasnya.
Selain itu, DPRD menyoroti kurangnya komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif. Menurut Aris, kebijakan yang diambil pemerintah masih bersifat fluktuatif dan kurang melibatkan DPRD dalam proses perencanaan. Hal ini dinilai dapat menghambat sinergi pembangunan daerah. “Kami berharap Bupati Agung Ambar dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan legislatif. Perencanaan pembangunan ke depan harus lebih matang, terutama dalam penguatan perencanaan keuangan,” tambahnya.
Aris juga menekankan pentingnya mendorong simpul-simpul PAD agar mampu meningkatkan kekuatan APBD Kulonprogo. Hal ini menjadi krusial di tengah kebijakan fiskal pusat yang semakin ketat. Sinergitas antara DPRD dan eksekutif diperlukan agar arah pembangunan lebih tajam dan tepat sasaran. “Harapan kami, ke depan pemerintah dan DPRD bisa bersama-sama membangun Kulonprogo dengan komunikasi yang baik, perencanaan yang matang, serta fokus pada kebutuhan masyarakat,” tutupnya.