Yogyakarta Pertahankan Predikat Kota Berkualitas
- Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam evaluasi pembangunan daerah. Indeks kepuasan masyarakat yang terus meningkat, ditambah dengan predikat kualitas kota tertinggi tanpa maladministrasi, menegaskan komitmen Pemkot Yogya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.
Capaian ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Pemerintah Kota Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan di Ruang Rapat Yudhistira, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin (23/02/2026). Pertemuan tersebut diikuti seluruh kepala OPD dan BUMD secara luring serta MPP Kemantren se-Kota Yogya secara daring.
Dalam arahannya, Hasto menekankan pentingnya kerja sportif, terbuka terhadap evaluasi, serta menghadirkan inovasi di setiap perangkat daerah. Ia meminta kepala dinas baru segera menunjukkan quick win sebagai bentuk komitmen awal. Selain itu, lurah dan pamong praja diminta melaksanakan kerja bakti sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, dengan target lingkungan bebas sampah dan rumput.
Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) menunjukkan hasil positif. Nilai AKIP Kota Yogyakarta dari Kementerian PANRB mencapai 86,68 dengan predikat A, tertinggi dibanding kabupaten/kota lain. Meski demikian, Hasto menegaskan masih ada indikator yang perlu ditingkatkan agar kualitas tata kelola semakin kokoh.
Ditambahkan Plt. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Ristyawati, tren indeks pembangunan Kota Yogyakarta terus naik dari 87,50 pada 2021 menjadi 89,53 di akhir 2025. Selama 15 tahun terakhir, Kota Yogya konsisten meraih peringkat pertama di tingkat nasional.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 7,69 persen menjadi 6,14 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional. Tingkat pengangguran terbuka juga turun signifikan dari 9,13 persen pada 2021 menjadi 5,72 persen di 2025.
Di bidang kesehatan, pemantauan status gizi balita menunjukkan penurunan angka stunting dari 11,8 persen pada Januari 2025 menjadi 8,48 persen di Desember 2025. Pemerintah berkomitmen memperkuat program pemberian makanan bergizi melalui Posyandu dengan variasi menu yang lebih beragam, mulai dari telur omega, lele, daging ayam, hingga olahan bakso.
Infrastruktur dan Reformasi Birokrasi
Capaian pembangunan fisik juga menjadi sorotan. Tahun 2025, Pemkot Yogyakarta telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis, seperti renovasi gedung UPT PPA dan RPS, pembangunan SDN Golo, rehabilitasi talud Sungai Code di Terban, serta pembangunan SMPN 10.