Besok, Pemkot Yogya Uji Coba WFH
- Istimewa
Hasto menekankan bahwa ASN di bidang pelayanan langsung tetap harus hadir di kantor, sementara WFH lebih cocok untuk pekerjaan administratif, perencanaan, atau pengolahan data. Dengan demikian, kebijakan ini tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat yang membutuhkan interaksi langsung.
Uji coba WFH akan berlangsung selama beberapa bulan sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh. Pemkot akan memantau indikator konsumsi BBM, produktivitas kerja, serta kepuasan masyarakat terhadap layanan publik. Jika hasilnya positif, kebijakan ini bisa diperluas atau dijadikan model permanen. Sebaliknya, jika ditemukan kendala besar, Pemkot akan melakukan penyesuaian.
“Semangat kita adalah berhati-hati dan menyempurnakan kerja. ASN menerima gaji dari uang rakyat, maka harus ada imbal balik berupa efisiensi dan pelayanan yang lebih baik,” pungkas Hasto.
Dengan kebijakan ini, Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang berani mengambil langkah inovatif dalam pola kerja ASN. Uji coba WFH bukan hanya soal fleksibilitas, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk mengelola anggaran secara bijak, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.