Pasca Lebaran 2026 Gas Melon di Yogya tetap aman

Pengecekan gas LPG bersubsidi 3 kg
Sumber :
  • Humas Pemkab Kulonprogo

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ketersediaan gas elpiji di Kota Yogyakarta, baik subsidi 3 kilogram (Kg) maupun nonsubsidi, dipastikan aman pasca-Lebaran 2026. Pantauan di sejumlah pangkalan menunjukkan distribusi berjalan lancar, bahkan beberapa agen menerima tambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat setelah libur panjang. Kondisi ini sekaligus menepis kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan yang biasanya muncul menjelang dan sesudah hari raya.

img_title 17 Rombongan Tamu DPRD Kota Yogya Diterima di Kampung Wisata Gedongkiwo

Gunawan Nugroho, pemilik Pangkalan Mblendonk Gas di kawasan Taman Siswa, mengungkapkan bahwa pasokan di tempatnya justru mengalami surplus. Ia menyebutkan bahwa pada Minggu (29/3/2026) dirinya menerima 150 tabung, jumlah yang lebih besar dari kuota biasanya. Menurutnya, semua reseller dan warga sudah mendapatkan bagian, sehingga stok masih aman. Gunawan menjelaskan bahwa kuota mingguan di pangkalannya berkisar antara 100 hingga 250 tabung. Selama bulan puasa, permintaan sempat menurun, tetapi menjelang Lebaran kebutuhan meningkat tajam. “Biasanya agak sepi saat puasa, tapi menjelang Lebaran permintaan melonjak. Itu sebabnya tambahan pasokan sangat membantu,” ujarnya.

Selain gas melon 3 Kg, varian nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg juga tersedia tanpa pembatasan kuota. Gunawan mengaku dalam bulan ini saja ia sudah mengambil hampir 40 tabung campuran untuk varian nonsubsidi. Harga pun tetap mengikuti aturan pemerintah, yakni Rp18.000 per tabung untuk elpiji 3 Kg di tingkat pangkalan. Kondisi serupa terjadi di wilayah Mantrijeron. Warsih, pengelola salah satu agen, menyebutkan pasokan harian mencapai 100 tabung. Ia menegaskan bahwa stok harus habis hari itu juga karena kebutuhan tinggi, dan sejauh ini tidak ada penurunan jumlah tabung yang diantar, semua sesuai kuota.

img_title Yogyakarta Dorong Produk Lokal sebagai Pilar Ekonomi dan Identitas Kota

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan distribusi elpiji di DIY berjalan normal. Berdasarkan catatan resmi, konsumsi elpiji subsidi di DIY rata-rata mencapai 1.200 metrik ton per bulan. Khusus periode Lebaran 2026, Pertamina menambah kuota hingga 15 persen untuk mengantisipasi lonjakan permintaan rumah tangga dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Winarni, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan agen untuk menjaga stabilitas pasokan. Ia menyebutkan bahwa monitoring harian dilakukan di pangkalan, dan jika ada indikasi kelangkaan segera dilakukan penambahan distribusi. “Sejauh ini kondisi aman,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title