Guguran Lava dan Awan Panas Warnai Aktivitas Merapi Senin 20 April 2026

Guguran lava dari Gunung Merapi
Sumber :
  • Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin, 20 April 2026, dengan sejumlah guguran lava dan awan panas yang teramati sejak dini hari hingga menjelang siang. Laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat bahwa periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB dan 06.00–12.00 WIB memperlihatkan intensitas kegempaan yang cukup tinggi, menandakan suplai magma masih berlangsung di tubuh gunung api paling aktif di Indonesia ini.

img_title Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Level III

Pada periode pertama, kondisi meteorologi menunjukkan cuaca cerah hingga mendung dengan suhu udara relatif sejuk antara 16,6–18,5 °C. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan kelembaban mencapai 83–91,5 persen. Secara visual, gunung tampak jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, menjulang hingga 75 meter di atas puncak. Aktivitas kegempaan mencatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi hampir tiga menit, meluncur ke arah barat daya tepatnya hulu Kali Krasak sejauh 1.800 meter. Selain itu, teramati 22 kali gempa guguran, 16 kali gempa hybrid, serta dua kali gempa vulkanik dangkal. Guguran lava juga terjadi sembilan kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter, serta dua kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak serupa.

Memasuki periode pengamatan kedua, cuaca berangsur cerah dan berawan dengan suhu udara meningkat hingga 26,9 °C. Angin bertiup tenang ke arah barat dengan kelembaban 68,4–83,7 persen. Secara visual, gunung terlihat jelas meski kabut tipis hingga tebal sesekali menutupi puncak. Tidak teramati asap kawah pada periode ini. Aktivitas kegempaan mencatat 27 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–37 mm, 19 kali gempa hybrid dengan durasi hingga 47 detik, dua kali gempa vulkanik dangkal, serta satu kali gempa tektonik jauh. Guguran lava teramati empat kali ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

img_title Merapi Level III Siaga, Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi

BPPTKG menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Halaman Selanjutnya
img_title