Bedah Rumah di Bantaran Code: Pemkot Yogya dan Baznas Wujudkan Hunian Layak
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Baznas Kota Yogyakarta melaksanakan program bedah rumah bagi dua keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Code di Jalan Jagalan Ledoksari, Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman. Keluarga Agoes Soetono dan Murti Andrini menjadi penerima manfaat, menyaksikan langsung bagaimana rumah mereka yang selama ini kurang layak huni mulai diperbaiki agar lebih sehat dan nyaman.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir meninjau kondisi rumah sekaligus melihat kawasan bantaran sungai yang menjadi lokasi program. Ia menegaskan bahwa bedah rumah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan warga, tetapi juga bagian dari penataan kawasan tepi sungai agar lebih tertata dan sehat. “Ini daerah bantaran sungai. Saya ke sini sekaligus ingin melihat bagaimana program penataan kawasan tepi sungai ke depan. Jadi selain membantu rumah warga, kita juga melihat kondisi lingkungan di sekitar bantaran Code, khususnya wilayah Pakualaman,” ujarnya.
Hasto menyampaikan bahwa kondisi rumah-rumah di kawasan tersebut masih memerlukan perhatian serius. Banyak bangunan yang bocor, dapur yang tidak sehat, serta dinding yang rapuh. “Hampir semua rumah yang kita datangi sangat memprihatinkan. Ada yang bocor, kurang sehat, kondisi dapurnya juga perlu perbaikan. Karena itu penanganannya tidak bisa parsial. Kebetulan ada dua rumah yang berdampingan sehingga kita selesaikan bersama-sama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program ini dapat terlaksana berkat semangat gotong royong, terutama dukungan Baznas Kota Yogyakarta yang konsisten membantu program pemerintah. “Mudah-mudahan lancar, sukses, dan akhirnya rumah yang ditempati menjadi rumah yang sehat dan nyaman bagi penghuninya,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Murti Andrini, mengaku terharu. Ia tidak menyangka pengajuannya kali ini langsung mendapat persetujuan setelah beberapa kali mencoba. “Saya benar-benar nggak nyangka. Sudah berkali-kali ikut mengajukan tapi belum pernah lolos. Tahu-tahu kali ini tidak lama setelah pengajuan langsung ada tinjauan dan bantuan. Saya senang sekali mewakili keluarga,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Murti berharap perbaikan rumah dapat mengatasi persoalan yang selama ini dialaminya, terutama kebocoran saat musim hujan. “Harapannya kalau hujan nanti tidak bocor lagi. Yang diperbaiki terutama atap dan sebagian dinding rumah. Dindingnya masih ada yang dari triplek dan gedek. Semoga setelah diperbaiki rumah jadi lebih nyaman untuk ditempati,” tuturnya.