Program MBG 17 Bulan Berjalan di Jepara, Nelayan Lokal Belum Masuk Rantai Pasok ‎

Photo salah satu Dapur MBG di Jepara, dok istimewa
Sumber :
  • Vivajogja

VIVAJogja –‎ JEPARA, Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara telah berlangsung lebih dari satu tahun. Namun, hingga kini kelompok nelayan lokal mengaku belum merasakan dampak ekonomi dari program tersebut.

img_title Pabrik Garmen Legendaris di Jepara Tutup, 670 Karyawan Kehilangan Pekerjaan

‎Sejak tahap uji coba dimulai pada akhir Januari 2025, MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, termasuk petani dan nelayan.

‎Namun, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara, Eko, menyebut belum ada komunikasi maupun kerja sama antara nelayan dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penyediaan ikan untuk menu MBG.

img_title Progres Hampir 50 Persen, Bupati Jepara Pastikan Jalan Perbatasan Jepara-Demak Tepat Waktu

‎Menurutnya, kondisi itu cukup disayangkan mengingat Jepara memiliki potensi perikanan laut yang besar.

‎"Dengan jumlah anggota nelayan sekitar sembilan ribu orang, sampai sekarang belum ada informasi adanya SPPG yang mengambil ikan langsung dari nelayan," ujar Eko, Senin (22/6).

img_title Gus Haiz Pimpin PPP Jepara, Pertahankan Hattrick Kemenangan dan Bidik Orang Nomor Satu Jepara

‎Ia menambahkan, dirinya juga belum pernah dilibatkan dalam pembicaraan mengenai kemungkinan kolaborasi antara nelayan dan penyelenggara MBG.

‎Eko yang juga bekerja di lingkungan sekolah mengatakan, selama program berjalan, dirinya belum menemukan menu yang menggunakan ikan hasil laut. Menu ikan yang muncul, kata dia, lebih banyak berasal dari hasil budidaya air tawar.

‎"Kalau potensi laut Jepara bisa dimanfaatkan, tentu akan membantu perekonomian nelayan," katanya.

‎Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, Sugeng Haryanto. Ia menyebut ribuan anggota Fornel juga belum mendapat tawaran kerja sama dari SPPG untuk memasok kebutuhan ikan.

‎"Belum ada permintaan ikan laut dari SPPG kepada nelayan. Dampak ekonomi program ini bagi nelayan juga belum terasa," ungkapnya.

‎Sugeng mengatakan, sejauh ini pernah ada pembelian ikan hasil budidaya yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk kebutuhan MBG, tetapi sifatnya belum rutin.

‎Para nelayan berharap ke depan pelaksanaan MBG dapat lebih melibatkan pelaku perikanan lokal. Selain mendukung kebutuhan pangan bergizi, penggunaan hasil tangkapan nelayan dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

‎"Harapannya hasil laut Jepara bisa ikut masuk dalam program ini, karena potensi perikanan kita cukup besar," pungkas Sugeng.

Halaman Selanjutnya
img_title