Sekolah Vokasi UGM Perkuat Daya Saing Global Lewat Pusat Pengembangan Bahasa

Sekolah Vokasi UGM resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis  di gedung Teaching Industry Learning Center (TILC). Kehadiran pusat bahasa ini menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan vokasi mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui penguasaan bahasa global sekaligus pemahaman budaya kerja lintas negara.

img_title El Niño dan IOD Positif Bayangi Indonesia, Pakar UGM Ingatkan Antisipasi Berbasis Informasi Iklim

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof Dr Ir Agus Maryono, dalam sambutannya menegaskan bahwa gedung TILC tidak hanya akan menjadi ruang kursus bahasa, melainkan pusat pengembangan komunikasi profesional dan bisnis. Menurutnya, kebutuhan bahasa asing kini tidak lagi sebatas untuk dosen yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri, tetapi juga untuk mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. “Sekarang eranya berbeda, bahasa ditujukan untuk komunikasi bisnis dan bekerja bagi mahasiswa. Dengan kemampuan bahasa asing, lulusan UGM akan memiliki daya saing global,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa banyak negara membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia. Taiwan dan Jepang, misalnya, membuka peluang besar bagi pekerja asal Indonesia karena dinilai memiliki tiga keunggulan utama, yakni kepatuhan terhadap aturan, daya tahan kerja, serta kemampuan kerja sama yang tinggi. Hal ini menjadi modal penting yang harus diperkuat dengan penguasaan bahasa asing agar lulusan vokasi dapat diterima di pasar kerja internasional.

img_title Mahasiswa UGM Dorong Warga Batukaras Kelola Sampah Mandiri Lewat Komposter dan Ecobrick

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T., menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing seperti Mandarin dan Jepang menjadi kebutuhan mendesak selain bahasa Inggris. Menurutnya, banyak mitra dari luar negeri yang mencari tenaga kerja di Indonesia, sehingga kemampuan bahasa menjadi pintu masuk utama. “Dengan kondisi seperti itu, salah satu aksi strategisnya adalah penguasaan bahasa ini harus kita dorong. Mudah-mudahan dengan semangat launching Pusat Bahasa ini, menjadi langkah awal untuk menggapai peluang bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Wiryanta juga menyoroti tiga kelemahan utama yang selama ini menghambat peluang kerja di luar negeri, yakni keterbatasan bahasa, gap kompetensi, dan permasalahan internal masyarakat. Dengan adanya pusat bahasa ini, kelemahan tersebut diharapkan dapat diatasi sehingga lulusan vokasi lebih siap menghadapi tantangan global.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title UGM Kembangkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining Tuberkulosis di Wilayah Terpencil