Komitmen Kampus Bebas Kekerasan UMY Bentuk Satgas PPKPT
- Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan akademik yang aman dan inklusif dengan meluncurkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT). Agenda peluncuran disertai pembekalan Satgas digelar di kampus UMY, Jumat (30/01/2026).
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Dr Zuly Qodir menekankan bahwa kekerasan di kampus tidak boleh dianggap persoalan ringan. Menurutnya, bentuk kekerasan tidak hanya fisik atau seksual, tetapi juga verbal, simbolik, hingga praktik bullying yang sering dinormalisasi dalam relasi akademik. “Sering kali kekerasan dianggap bukan kekerasan karena tidak meninggalkan luka fisik. Padahal, kekerasan verbal dan simbolik justru berbahaya dan berdampak jangka panjang bagi korban,” ujarnya.
Zuly menambahkan, pembentukan Satgas PPKPT merupakan kebijakan institusional untuk mencegah dan meminimalkan segala bentuk kekerasan, baik yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun relasi antara pimpinan dan bawahan. Satgas dirancang bekerja berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga universitas. “Tidak semua persoalan harus ditarik ke universitas. Kasus tertentu bisa diselesaikan di fakultas, sementara kasus kompleks atau melibatkan relasi kuasa ditangani di tingkat universitas,” jelasnya.
Ketua Satgas PPKPT UMY, Dr. King Faisal Sulaiman, LLM., menuturkan bahwa Satgas dibekali sistem kerja berbasis regulasi dengan alur pelaporan, verifikasi, pemeriksaan, hingga rekomendasi sanksi. “Setiap laporan ditangani profesional dan akuntabel. Tahapan verifikasi memastikan penanganan berpihak pada korban, sekaligus menjamin kepastian hukum bagi semua pihak,” katanya.
King menambahkan, Satgas juga menyiapkan mekanisme respons cepat untuk kasus darurat yang mengancam keselamatan, serta menyediakan ruang mediasi dengan prinsip keadilan dan perlindungan korban.
Peluncuran Satgas PPKPT ditandai penandatanganan pakta integritas dan peluncuran buku pedoman teknis yang akan didistribusikan ke seluruh fakultas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UMY membangun budaya kampus yang menolak segala bentuk kekerasan.