Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
- VIVA Jogja/Stefy Thenu
VIVA Jogja - Pukul empat pagi, ketika sebagian besar orang masih terlelap, aktivitas di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang sudah dimulai. Alby (11), David (12), Vanden (9), dan Tama (8) sudah bergeliat di tempat tidur mereka. Baru saja, Rizky Agustian Khaqqi (39) wali asrama, datang dan membangunkan mereka.
“Ayo, segera bangun dan rapikan tempat tidur, abis ini kita mandi, lanjut sholat berjamaah,” ujar Rizki, sembari pindah ke kamar-kamar lainnya untuk membangunkan para siswa.
Sembari menahan kantuk, keempat siswa SRD (Sekolah Rakyat Dasar) itu segera beringsut dari tempat tidurnya. Mereka segera merapikan tempat tidur, menarik ujung-ujung seprei dan melipatnya kebawah kasur busa di tempat tidur besi bertingkat.
David yang mengambil bagian dengan menyapu lantai, bahkan sampai harus melorotkan badannya hingga ke bawah kolong tempat tidur untuk membersihkan debu-debu yang menempel di lantai.
“Ini kegiatan rutin sehari-hari di dalam asrama,” ungkap Rizky Agustian Khaqqi, kepada VIVA Jogja, Selasa (2/6/2026).
Bagi Rizky, menjadi wali asrama di Sekolah Rakyat bukan sekadar menjalankan tugas pengawasan, melainkan turut membentuk karakter dan kebiasaan baik para siswa yang tinggal jauh dari keluarga.
Ia bergabung sejak tahap awal perekrutan setelah memperoleh informasi lowongan melalui Pemerintah Kota Semarang. Sebelum mengemban tugas tersebut, Rizky tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah pemerintah daerah.
Sebagai wali asrama, Rizky bersama rekan-rekannya bertanggung jawab memastikan seluruh aktivitas siswa berjalan teratur setiap hari. Mulai dari kegiatan harian, program bulanan hingga perencanaan tahunan disusun dan diawasi agar kehidupan di asrama berlangsung tertib dan kondusif.
“Kalau wali asrama itu tugasnya membuat kegiatan, kegiatan setiap hari rutin ya, harian maupun nanti bulanan, rencana tahunan pun ada. Semua kegiatan di asrama itu biar bisa berjalan lancar,” tutur Rizki.
Saat ini, terdapat delapan wali asrama yang bertugas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 yang berlokasi di Kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang, Jl. Brigjen Sudiarto No.118, Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.