Hidupkan Lagi “Emas” Kopi Tombo Batang, 5.400 Bibit Arabika Disalurkan ke Petani
- Viva Jogja
BATANG, VIVA Jogja – Kopi pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Jauh sebelum budaya ngopi berkembang menjadi tren gaya hidup, hasil perkebunan dari kawasan ini telah dikenal luas, bahkan pada masa kolonial Belanda disebut pernah menembus pasar internasional.
Kini, potensi tersebut kembali coba dihidupkan.
Bukan sekadar untuk mengulang kejayaan masa lalu, tetapi menjadikan kopi sebagai sumber penghidupan baru bagi masyarakat sekaligus bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika bagi petani Desa Tombo yang digelar di Pondok Sidawung, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program DAS Lestari yang menggabungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejarah panjang kopi di Tombo sempat mengalami pasang surut.
Perubahan pasar dan tantangan dalam pengelolaan komoditas membuat tanaman kopi perlahan tersisih oleh komoditas lain, seperti karet dan teh.
Namun, kondisi itu mulai berubah.
Masyarakat kembali melihat kopi sebagai komoditas yang memiliki prospek ekonomi, terlebih ketika pengembangannya dapat dilakukan tanpa mengorbankan kelestarian lahan.
Dalam bimtek tersebut, petani mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya kopi Arabika, termasuk cara penanaman serta pengendalian hama dan penyakit.
Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo menjadi narasumber dengan membagikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan langsung di lahan.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama kegiatan.
Persoalan hama dan penyakit menjadi salah satu perhatian utama karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Bagi petani, pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang pertemuan.
Materi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk diterapkan ketika mereka kembali mengelola kebun.
Petani kopi Desa Tombo, Tarmujo, mengatakan materi yang diberikan membuatnya lebih memahami tahapan budidaya kopi, mulai dari penanaman hingga penanganan gangguan tanaman.
“Untuk pelatihan hari ini, mulai dari penanaman sampai dengan pengetahuan dan penanganan hama dan penyakitnya sudah cukup jelas.
Ke depan akan saya terapkan dan saya pahami dalam pengelolaan tanaman kopi,” ujarnya.