Rayakan Kemerdekaan, Komunitas Irjaki Wonosobo Bawa Bendera Raksasa 100 Meter
- Ari Sunandar/VIVA Jogja
WONOSOBO, VIVA Jogja - Semangat kemerdekaan ditunjukkan oleh Komunitas Irjaki Wonosobo saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI pada Rabu (19/8/2026).
Ratusan anggota Komunitas Irjaki Wonosobo berkumpul untuk mengarak bendera merah putih sepanjang 100 meter keliling kota.
Aksi ini diikuti oleh sekitar 150 anggota yang membawa bendera raksasa tanpa putus.
Rute pawai dimulai dari Alun-Alun Wonosobo menyusuri jalan Soekarno Hatta menuju Taman Plaza.
Selanjutnya rombongan melewati Pasar Induk dan Bundaran Bundengan lalu menuju Jalan Diponegoro.
Para peserta akhirnya mengakhiri rute perjalanan tersebut kembali di titik awal Alun-Alun.
Selama berjalan, para anggota mengangkat bendera kain tersebut tinggi-tinggi di atas kepala.
Peserta yang mengenakan seragam merah putih juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan nasional.
Masyarakat yang berada di sepanjang rute terlihat sangat antusias menyaksikan aksi menarik ini.
Anggota lain yang tidak mengusung bendera besar turut mengibarkan bendera kecil ke kanan kiri.
Sebelum pawai dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan kegiatan senam bersama di alun-alun.
Pengurus Komunitas Irjaki Wonosobo, Subarjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ekspresi cinta tanah air.
"Ini merupakan bentuk ekspresi kami dalam merayakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI," kata Subarjo.
Ia menambahkan bahwa perjuangan ini tidak seberapa dibanding jasa pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia.
Aksi mengarak bendera sepanjang 100 meter ini sudah dua kali digelar, yakni tahun 2025 dan 2026.
Meski didominasi pensiunan, semangat para anggota untuk memperingati hari kemerdekaan tetap sangat tinggi.
Ruang Kebersamaan Lansia Wonosobo
Sementara itu, Ketua Kegiatan Komunitas Irjaki Wonosobo, Anton Gunadi, menjelaskan peran penting wadah ini.
Ia menyebut komunitas ini bukan sekadar wadah olahraga, tetapi tempat bersosialisasi yang aman.
"Komunitas Irjaki didirikan oleh Pak Budi Santoso pada akhir 2019," ungkap Anton.
Saat ini anggota yang bergabung sudah mencapai lebih dari 250 orang dari berbagai latar belakang.
Anggota terdiri dari pensiunan ASN, pedagang, hingga masyarakat umum yang telah berusia sepuh.
Meskipun sudah tergolong lanjut usia, para anggota selalu terlihat sehat, semangat, dan bahagia.
Anton mengungkapkan pesan pendiri bahwa lansia hanya membutuhkan ruang untuk merasa tetap hidup.