Trauma Melihat Pembunuhan Ibunya, Saksi Anak Mendapat Pemulihan Berkelanjutan dari Pemkab Demak

Bupati Demak dan Forkompinda jenguk anak yang sempat alami trauma
Sumber :
  • ist

DEMAK, VIVA Jogja - Seorang anak harus menanggung trauma berkelanjutan karena melihat kematian ibunda yang sangat tragis. Dimana dengan mata kepala sendiri dirinya melihat sang ibu dibunuh 3 tahun lalu.

img_title Demak Tak Alami PHK Massal, Perusahaan Justru Masih Tambah Tenaga Kerja

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan dan pemulihan psikologis anak tersebut secara berkelanjutan. 

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Demak Milono, jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), camat, serta Kepala Desa Jamus, mengunjungi kediaman anak tersebut pada Senin 10 Agustus 2026.

img_title Warga Jatirogo Keluhkan Polusi Udara Akibat Debu Penggilan Padi Ke DPRD Demak

Saat dimintai keterangan terkait kunjungan tersebut Bupati Eistianah menyampaikan bahwa  kunjungan itu dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi anak sekaligus menyerahkan bantuan pendidikan.

"Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan pemulihan psikologis," ucapnya pada wartawan.

img_title Kibarkan Merah Putih di Tengah Rob, Warga Timbulsloko Demak Masih Berjuang Merdeka dari Krisis Iklim

“Alhamdulillah, perkembangan secara fisik maupun kejiwaannya sudah mulai membaik. Kita terus monitor dan memberikan pendampingan agar anak ini bisa menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya,” ujarnya

Menurutnya, Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memastikan kebutuhan biaya pendidikan anak tersebut terpenuhi hingga menyelesaikan jenjang SMA.

Bantuan pendidikan akan diberikan secara berkala setiap bulan agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

“Untuk pendidikan, kita bantu melalui Baznas. Bantuan diberikan setiap bulan sampai nanti lulus SMA. Kalau langsung diberikan dalam jumlah besar, khawatir pengaturannya justru tidak bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Eisti’anah menambahkan, pemerintah juga akan berupaya memberikan dukungan apabila anak tersebut nantinya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA.

Pemkab Demak, kata dia, akan mencarikan skema bantuan maupun program pendidikan yang dapat mendukung cita-cita anak tersebut.

Selain memastikan pendidikan, Pemkab Demak juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak.

Saat ini, anak tersebut masih menjalani konsultasi dan pengobatan secara rutin dengan psikiater di RSJD Amino Gondohutomo Semarang.

“Secara kejiwaan memang masih membutuhkan pendampingan. Namun dengan konsultasi dan pengobatan rutin, kondisinya sudah semakin baik,” kata Eisti’anah.

Sementara itu, Kajari Demak Milono menjelaskan, kasus yang menimpa keluarga anak tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu. Pelaku yang merupakan anggota keluarga terdekat telah menjalani hukuman pidana selama 12 tahun di lembaga pemasyarakatan.

Halaman Selanjutnya
img_title