Polda Jateng Dorong Bawang Putih Tawangmangu Naik Kelas, Produktivitas Tembus 15 Ton per Hektare
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Potensi produksi bawang putih di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mulai menarik perhatian.
Hamparan sekitar 30-40 hektare lahan milik petani Kalisoro ditanami bawang putih varietas Tawangmangu Baru yang disebut mampu menghasilkan hingga 15 ton cabut basah per hektare.
Jika produktivitas tersebut tercapai secara optimal, hamparan itu memiliki potensi menghasilkan sekitar 450-600 ton bawang putih cabut basah dalam satu siklus panen.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya peluang ekonomi bawang putih Tawangmangu sekaligus memperkuat posisi kawasan ini sebagai salah satu sentra produksi dan bibit bawang putih di Jawa Tengah.
Petani Taruna Tani Maju Kalisoro, Bejo Supriyanto, mengatakan pengembangan bawang putih kini menjadi momentum penting bagi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ikut memperkuat pasokan bawang putih nasional.
“Saya merasa bangga. Hari ini bawang putih diberikan panggung dan tempat. Kami petani bawang putih akan berusaha menyukseskan program pemerintah untuk swasembada bawang putih,” kata Bejo, usai zoom bersama Kapolri, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Taruna Tani Maju, Dusun Panjot Lor, RT 01/RW 05, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.
Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman hadir dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, serta Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan.
Menurut Bejo, varietas Tawangmangu Baru memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk dikembangkan.
Salah satu yang paling menonjol adalah produktivitas. Jika produksi bawang putih umumnya berada di kisaran 10 ton cabut basah per hektare, varietas Tawangmangu Baru disebut mampu mencapai sekitar 15 ton per hektare.
“Kalau umumnya sekitar 10 ton cabut basah per hektare, Tawangmangu bisa 15 ton. Umbinya juga besar-besar,” ujarnya.
Ukuran umbi yang relatif besar menjadi keunggulan lain. Dari sisi aroma, Bejo menilai varietas tersebut juga tidak kalah dibandingkan bawang putih dari varietas lainnya.
Hamparan bawang putih di Kalisoro kini menjadi salah satu basis produksi yang dikembangkan petani.
Bejo menyebut luas tanaman bawang putih di kawasan tersebut mencapai sekitar 30-40 hektare. Lahan tersebut merupakan milik dan dikelola petani secara mandiri.