Tinggal Menunggu Pulang Setelah 3 Tahun di Jepang, Pemuda Karanganyar Tewas Tenggelam
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Tiga tahun hampir dituntaskan Heru Santoso di Jepang. Masa magangnya sudah mendekati akhir dan pemuda asal Karanganyar itu bersiap kembali ke tanah kelahirannya.
Tetapi kepulangan yang dinanti keluarga justru berubah menjadi kabar duka.
Heru meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah sungai di Jepang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat musibah terjadi, Heru disebut tengah berada dalam masa menjelang kepulangan setelah hampir tiga tahun menjalani program pemagangan.
Kabar tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Karanganyar karena Heru merupakan salah satu warga yang mengikuti program pemagangan ke Jepang melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, membenarkan kabar meninggalnya Heru.
"Memang betul ada warga Karanganyar yang kemarin tanggal 13 Agustus 2026 sekitar pukul 14.30 waktu Jepang meninggal dunia karena tenggelam saat berada di sungai," kata Agung, disela mendengarkan Pidato Presiden Prabowo, di Gedung DPRD Karanganyar, Jumat (14/8/2026)
Heru tercatat sebagai warga Sambung RT 03/RW 02, Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar. Ia bekerja sebagai carpenter pada Highness Co. Ltd. di kawasan Nakano, Tokyo.
Menurut Agung, Heru sudah hampir tiga tahun berada di Jepang untuk menjalani pemagangan. Masa tersebut sekaligus menjadi periode menjelang kepulangannya ke Indonesia.
Sebelum kembali, Heru bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan di sungai. Namun, pemerintah daerah belum mendapatkan informasi lengkap mengenai lokasi sungai maupun rangkaian kejadian yang menyebabkan Heru tenggelam.
"Lokasinya kami kurang tahu di salah satu sungai di Jepang. Kami memonitor dan berkoordinasi dengan lembaga pelatihan kerja yang memang menaungi korban," ujar Agung.
Informasi mengenai musibah tersebut telah diterima keluarga Heru di Karanganyar.
Kini perhatian beralih pada proses membawa pulang jenazah Heru ke Indonesia.
Proses pemulangan belum dapat dilakukan seketika. Masih terdapat prosedur yang harus diselesaikan di Jepang, termasuk pemeriksaan terhadap jenazah.
Agung menyebut pemeriksaan atau autopsi direncanakan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Sementara itu, LPK yang menaungi Heru telah berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Tokyo untuk mengurus berbagai keperluan pemulangan, termasuk dokumen asuransi.