1827 Pendaki Padati Gunung Lawu Saat HUT RI 2026, 40 Petugas Siaga di Dua Jalur
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pergerakan pendaki di Gunung Lawu melalui wilayah Karanganyar cukup tinggi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam rentang 15-17 Agustus 2026, tercatat 1.827 orang melakukan pendakian melalui jalur Candi Cetho dan Cemoro Kandang.
Candi Cetho menjadi jalur dengan jumlah pendaki terbanyak. Data PUD Aneka Usaha Karanganyar mencatat 1.031 pendaki melewati jalur tersebut. Sementara Cemoro Kandang mencatat 796 pendaki.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, membenarkan jumlah tersebut.
“Cemoro Kandang 15 sampai 17 ada 796 pendaki. Ceto 1.031 pendaki,” kata Titin pada VIVA Jogja, Selasa (18/8/2026).
Angka tersebut berarti rata-rata lebih dari 600 pendaki per hari tercatat melalui dua jalur selama periode tersebut.
Ramainya aktivitas pendakian membuat pengelola tidak hanya menyiapkan pelayanan registrasi. Kesiapan petugas di jalur turut diperkuat untuk mengantisipasi berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama periode padat pendakian.
Sebanyak sekitar 40 petugas disiapkan di dua jalur pendakian yang dikelola PUD Aneka Usaha.
Rinciannya, sekitar 25 petugas ditempatkan di jalur Candi Cetho dan 15 petugas di Cemoro Kandang.
Jumlah tersebut belum termasuk dukungan dari jejaring relawan yang ikut terlibat dalam pengamanan.
Titin mengatakan pengamanan tidak hanya mengandalkan personel internal PUD Aneka Usaha. Pengelola menggandeng sejumlah unsur untuk memperkuat pemantauan di jalur.
“Untuk pengamanan, kami bekerja sama dengan para relawan,” ujar Titin.
Koordinasi dilakukan dengan BPBD, komunitas pendaki, organisasi kemahasiswaan, unsur masyarakat hingga kelompok relawan. Di antaranya Anak Gunung Lawu (AGL), Karanganyar Emergency dan Relawan Cetho.
Keterlibatan mereka diarahkan untuk membantu pemantauan serta penanganan apabila terjadi kondisi darurat di jalur pendakian.
Selain menambah kesiapan personel, pengelola juga memastikan layanan di pintu masuk tetap berjalan sepanjang waktu.
Basecamp atau posko registrasi di dua jalur tersebut beroperasi 24 jam selama periode aktivitas pendakian.
“Untuk basecamp 24 jam termasuk registrasi,” jelas Titin.
Dengan pola tersebut, pendaki tetap mendapatkan layanan registrasi meskipun datang pada waktu di luar jam aktivitas umum.
Pengelola juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi pendaki. Calon pendaki diminta menunjukkan surat keterangan sehat sebelum melakukan pendakian.