Gala Premiere Baby Udon di Solo Berubah Haru, Kisah Cinta hingga Perjuangan Melawan Kanker Bikin Penonton Menangis

Tiga pemeran Baby Udon Denny Sumargo, Caitlin Halderman, dan Fanny Kondoh hadir dalam gala premiere di XXI Solo Paragon, Senin (17/8/2026)
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Suasana gala premiere film Baby Udon di XXI Solo Paragon, Senin (17/8/2026), berubah emosional. Kisah cinta, penantian panjang untuk mendapatkan buah hati, keguguran hingga perjuangan menghadapi kanker membuat sejumlah penonton tak kuasa menahan air mata.

img_title Film Baby Udon Hadirkan Kisah Personal, Denny Sumargo Ajak Penonton Menemukan Nilai di Balik Cerita

Tangis belum benar-benar reda ketika film berakhir. Pemeran utama Denny Sumargo dan Caitlin Halderman bersama Fanny Kondoh, perempuan yang kisah hidupnya menjadi inspirasi film tersebut, hadir menemui penonton di area bioskop.

Di tengah suasana haru itu, seorang penonton maju dan menceritakan pengalaman hidupnya yang memiliki kemiripan dengan perjalanan Fanny. Ia mengaku sama-sama pernah berada dalam fase perjuangan menghadapi kanker sekaligus menanti kehadiran buah hati.

img_title Ribuan Penerima Bansos Karanganyar Masuk Daftar Exclude karena Judi Online, Dinsos Ungkap Cara Klarifikasi

Ia memeluk penonton tersebut. Momen itu menjadi salah satu adegan paling menggetarkan dalam gala premiere Baby Udon di Solo, seolah mempertemukan kisah di layar dengan kehidupan nyata di luar layar.

Baby Udon mengangkat perjalanan hidup Fanny Kondoh bersama suaminya. Cerita bermula dari sebuah hubungan yang kemudian menghadapi persoalan besar, termasuk perbedaan agama dan perjalanan panjang menuju pernikahan.

img_title Api Membesar di Pecangaan Kulon, Tiga Unit Damkar Dikerahkan Jinakkan Kobaran

Dalam film, Fanny digambarkan memiliki impian untuk menikah dengan pria kaya. Impian tersebut kemudian mempertemukannya dengan seorang pria berkebangsaan Jepang.

Hubungan keduanya tidak berjalan tanpa rintangan. Perbedaan keyakinan menjadi salah satu ujian yang harus mereka lewati hingga sang pria akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

Pasangan tersebut harus menjalani penantian panjang untuk mendapatkan anak. Ketika harapan akhirnya muncul melalui kehamilan, kebahagiaan itu justru kembali diuji dengan terjadinya keguguran.

Belum selesai menghadapi kehilangan, kehidupan mereka kembali dihantam persoalan yang lebih berat. Sang suami didiagnosis mengidap kanker.

Dari titik inilah kisah Baby Udon semakin dalam. Bukan hanya tentang bagaimana mempertahankan sebuah hubungan, tetapi tentang dua orang yang berusaha saling menguatkan ketika kehidupan membawa mereka pada keadaan yang tidak pernah dibayangkan.

Fanny kemudian melanjutkan kehidupannya dan menemukan harapan baru melalui kehadiran seorang anak. Rangkaian perjalanan itulah yang kemudian diangkat ke layar lebar.

Denny Sumargo yang menjadi produser sekaligus pemeran Hajime Kondoh menilai perjalanan Fanny memiliki begitu banyak sisi yang dekat dengan kehidupan manusia.

Halaman Selanjutnya
img_title