Setelah 20 Hari Hilang, Pendaki Gunung Mongkrang Karanganyar Ditemukan Meninggal Dunia
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Setelah 20 hari pencarian yang melelahkan di tengah medan pegunungan, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Yasid Ahmad Firdaus, pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Mongkrang, Kabupaten Karanganyar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (20/1/2026) pagi.
Informasi penemuan diterima sekitar pukul 08.45 WIB setelah tim SAR gabungan yang kembali melakukan penyisiran melaporkan keberadaan korban di area Bukit Mongkrang, sisi selatan gunung.
Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan diterima langsung dari petugas di lapangan yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Pagi ini kami menerima informasi dari tim SAR gabungan bahwa survivor ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kamal kepada wartawan.
Berdasarkan data koordinat, posisi korban berada di titik 07°41'00" Lintang Selatan dan 111°10'30" Bujur Timur. Lokasi tersebut masih masuk wilayah Gunung Mongkrang, Karanganyar.
Usai ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi dengan mempertimbangkan keselamatan personel. Jalur Beruk dipilih sebagai akses turun karena memiliki kontur yang lebih landai dan dinilai lebih aman dibandingkan jalur utama Gunung Mongkrang yang dikenal curam dan berisiko.
“Evakuasi mengikuti jalur sungai menuju wilayah Beruk karena jalurnya lebih aman. Jalur ke atas Mongkrang terlalu terjal,” jelas Kamal.
Proses evakuasi berlangsung cukup panjang mengingat kondisi medan yang berat serta jarak tempuh yang tidak singkat. Tim memperkirakan jenazah korban baru tiba di bawah sekitar pukul 18.00 WIB.
Dalam operasi pencarian dan evakuasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 50 personel. Sebanyak 15 orang di antaranya merupakan tim SAR inti yang bergerak langsung menuju lokasi penemuan korban.
Setelah berhasil dievakuasi ke bawah, jenazah Yasid Ahmad Firdaus dibawa ke RSUD Karanganyar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan kepolisian.
Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada hari ke-13. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan cuaca ekstrem serta laporan meningkatnya aktivitas satwa liar yang turun dari kawasan hutan ke permukiman warga.