Api Membesar di Pecangaan Kulon, Tiga Unit Damkar Dikerahkan Jinakkan Kobaran

Petugas pemadam kebakaran Sedang Berjibaku Padamkan Api (foto: VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

Jogja

img_title Desil Tak Sesuai Realita, Warga Miskin Bisa Tersingkir dari Bansos

JEPARA, Dua rumah warga di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng), terbakar pada Jumat (21/8) pagi. Kebakaran diduga dipicu kompor yang lupa dimatikan sebelum penghuni rumah meninggalkan lokasi.

Dua rumah yang terbakar masing-masing milik Poni (71) dan Nasirotun (56), warga RT 005/RW 002 Desa Pecangaan Kulon. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp200 juta.

img_title Tarmi Tak Lagi Kesulitan Bergerak, BAZNAS Jepara Hadirkan Bantuan Kursi Roda

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, saksi Wiwid (32) sedang membongkar tratak panggung tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia kemudian melihat kepulan asap dari arah rumah warga.

Saat didekati, terlihat api berasal dari bagian dapur. Wiwid bersama saksi lainnya, Nanang Tristiawan (34), kemudian berupaya melakukan pemadaman dengan dibantu warga sekitar sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian.

img_title Sekolah Rakyat Jepara Jadi Jalan Putus Mata Rantai Kemiskinan

Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 WIB. Sebanyak tiga unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah dilakukan penanganan bersama warga, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kepala Satuan Pemadam Kebakaran Satpol-PP Jepara, Edy Marwoto, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diduga bermula dari kompor di bagian dapur.

“Dugaan sementara kebakaran berasal dari kompor yang lupa dimatikan. Saat kejadian, kedua rumah dalam keadaan kosong,” kata Edy saat dijumpai VIVAJogja.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, anak Poni bernama Sri Martanti diduga lupa mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah untuk menghadiri takziah ke Kabupaten Pati.

Api kemudian membesar dan merembet hingga membakar dua rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi telah aman. Tidak ada korban jiwa jaga selalu potensi kebakaran seperti membakar sampah membuang puntung rokok karena musim kemarau hingga semua mudah terbakar,” ujar Edy.

Petugas selanjutnya melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala. Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.