Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Terus Teramati

Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas
Sumber :
  • Dok Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Berdasar dana dan alisis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta,  gunung Merapi yang berdiri megah di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas signifikan sepanjang periode pengamatan 4 hingga 5 Juli 2026. Data dari pos pemantauan mencatat berbagai peristiwa kegempaan, guguran lava, hingga awan panas yang menegaskan status Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

img_title Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Catat Puluhan Guguran Lava dalam Tiga Hari Terakhir

Sejak dini hari hingga sore, cuaca di sekitar Merapi bervariasi antara cerah, berawan, mendung, bahkan hujan. Angin bertiup tenang dengan arah berganti dari timur ke utara, sementara suhu udara berkisar antara 15 hingga 27 derajat Celsius. Kelembaban udara relatif tinggi, mencapai lebih dari 90 persen pada beberapa periode, dengan tekanan udara stabil di kisaran 874 hingga 918 mmHg. Kondisi meteorologi ini turut memengaruhi visual pengamatan, di mana gunung kerap tertutup kabut sehingga aktivitas puncak tidak selalu terlihat jelas.

Meski demikian, catatan kegempaan menunjukkan intensitas aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Pada periode 4 Juli, tercatat tiga kali awan panas guguran dengan amplitudo mencapai 36 mm dan durasi hingga 185 detik. Guguran lava teramati sebanyak 18 kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Aktivitas ini berlanjut pada 5 Juli, dengan tambahan guguran lava dan awan panas yang mengarah ke hulu Kali Sat/Putih. Salah satu peristiwa awan panas tercatat pukul 17.17 WIB dengan amplitudo 46 mm dan durasi lebih dari dua menit.

img_title Awan Panas Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi ini

Selain awan panas, aktivitas guguran lava juga konsisten. Pada periode pengamatan 5 Juli dini hari, teramati 12 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Guguran ini disertai aktivitas kegempaan berupa hybrid atau fase banyak, yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung di dalam tubuh gunung. Data ini menegaskan bahwa potensi awan panas guguran tetap tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Visual kawah Merapi pada beberapa periode tidak menunjukkan adanya asap signifikan. Namun, pada malam 4 Juli sempat teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 25 meter di atas puncak. Meski terlihat tenang, kondisi ini tidak mengurangi potensi bahaya yang terus mengintai.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Terus Teramati