Awan Panas Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi ini

Awan panas guguran pada Jumat pagi pukul 08.31 WIB, dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya,
Sumber :
  • Dok BPPTKG Yogyakarta

SLEMAN, VIVA Jogja - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan awan panas guguran pada Jumat pagi pukul 08.31 WIB, dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih. Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan amplitudo maksimum awan panas mencapai 34,08 mm dengan durasi 137,4 detik.

img_title Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Teramati Hingga 1,900 Meter

Fenomena tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas Merapi masih cukup tinggi. Status gunung berapi setinggi 2.968 mdpl ini tetap berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut menandakan intensitas aktivitas vulkanik masih berlanjut dan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan.

BPPTKG mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di daerah berbahaya, khususnya di sektor selatan-barat daya yang meliputi alur sungai berhulu di Merapi seperti Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Krasak. Jalur tersebut berpotensi menjadi lintasan material vulkanik, termasuk awan panas dan lahar. Selain itu, masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari instansi terkait.

img_title Aktivitas Merapi Awal Agustus: Guguran Lava dan Peningkatan Seismik

Dalam periode pengamatan dini hari hingga pagi, tercatat 29 kali guguran dengan amplitudo 2–26 mm dan durasi 65–191 detik. Selain itu, terdeteksi 18 kali gempa hybrid dengan amplitudo 2–38 mm, durasi 22–48 detik, serta S-P 0,3–0,5 detik. Visual gunung menunjukkan kondisi cerah, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 25 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar Merapi terpantau cerah dengan suhu udara 17 °C, kelembaban 72 persen, dan tekanan udara 919 mmHg.

BPPTKG juga melaporkan adanya 10 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kubah lava masih terus tumbuh dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu, memicu awan panas guguran. Kondisi tersebut menegaskan bahwa potensi bahaya tetap ada dan tidak boleh dianggap remeh.

img_title Aktivitas Merapi Dua Hari Terakhir Masih Tinggi, Guguran Lava Capai Dua Kilometer

Masyarakat di sekitar Merapi diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana. Informasi terkini mengenai aktivitas Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi.

Halaman Selanjutnya
img_title