DIY gandeng Enesis lawan Aedes Aegypti
- Humas Pemda DIY
“Implementasi di DIY, upaya pencegahan penyakit dilakukan dengan pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), menciptakan lingkungan yang sehat, serta mengedukasi dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat,” kata Sri Sultan.
Terkait aktivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), upaya-upaya telah dilaksanakan oleh masyarakat dengan penguatan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik); Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik; dan melalui Gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, serta Melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan penggunaan lotion anti nyamuk). Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi masalah DBD, tetapi juga Chikungunya, Filariasis/penyakit kaki gajah, dan juga penyakit Malaria.
“Saya mewakili pemerintah dan masyarakat DIY, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Enesis Group, yang telah turut mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat kalurahan, khususnya Kader Jumantik, dan hibah alat oksigen konsentrator ke beberapa kalurahan di DIY,” ujar Sri Sultan.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, tahun 2024 menunjukkan bahwa kasus DBD di kab/kota DIY meningkat cukup tajam dengan incident rate 107 atau 1.067 kasus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan per Maret 2025, tercatat terdapat 1.135 kasus DBD di DIY dengan tingkat kematian sekitar 0,1 persen. Meski terbilang rendah, angka tersebut tetap menjadi peringatan serius.
Program Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD ini pun dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan dan DPMKKPS baik tingkat DIY maupun kab/kota dengan menggandeng Enesis Group, sektor swasta produsen produk-produk kesehatan terkenal, seperti Soffell. Program ini melibatkan 27 kelurahan di wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman.
Diketahui, Program Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD merupakan CSR dari Enesis Group yang ditujukan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit DBD dengan program edukasi pencegahan DBD melalui gerakan 3M Plus & G1R1J, yang menyasar kelurahan dan keluarga.
Kegiatan yang dilakukan berupa Pelatihan Kader Jumantik, Sosialisasi 3M Plus dengan memeriksa kegiatan PSN 3M yang dilakukan di rumah warga, melakukan pre-test apakah warga sudah melakukan kegiatan PSN 3M Plus, edukasi Plus dan pemberian pamflet edukasi 3M Plus & G1R1J serta free sampling repellent.