Panen Harapan di Lahan Asin Mangunharjo
- VIVA Jogja/dok BRIN
“Jika lahan-lahan itu bisa kembali produktif melalui biosalin, kita dapat menghindari penurunan hasil nasional dan menjaga ketahanan pangan jangka panjang,” ujar Tri Martini.
Selain aspek teknis, riset biosalin juga menjadi pesan penting tentang kolaborasi dan adaptasi. Bahwa menghadapi perubahan iklim tidak cukup hanya dengan peringatan, tetapi perlu solusi nyata di lapangan—dan padi biosalin adalah salah satu jawabannya.
Bagi Dr. Vina dan Dr. Tri, padi biosalin bukan sekadar hasil laboratorium, melainkan simbol ketangguhan manusia terhadap perubahan alam. Keduanya berharap agar pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat pesisir terus bergotong-royong memperluas penerapannya.
“Kami ingin inovasi ini tidak berhenti di Semarang. Ini bisa menjadi gerakan nasional untuk menyelamatkan sawah pesisir dan menyejahterakan petani,” tutur Vina.
Kisah para petani Mangunharjo menjadi bukti nyata bahwa inovasi sains bisa menjadi solusi bagi krisis agraria akibat perubahan iklim dan rob. Biosalin tidak hanya menumbuhkan padi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan martabat petani yang sempat kehilangan penghidupan.
Sawah-sawah asin yang dulu ditinggalkan kini kembali hijau. Semangat keberlanjutan yang diinisiasi Pertamina dan BRIN telah membawa harapan baru bagi para petani untuk bergairah bercocok tanam dan merebut kembali mata pencarian yang sempat hilang.