Panen Harapan di Lahan Asin Mangunharjo

Panen Biosalin di Lahan Salinitas Mangunharjo
Sumber :
  • VIVA Jogja/dok BRIN

Harapan Baru di Tengah Rob

img_title Kota Yogyakarta Raih Apresiasi BRIN, Indeks Daya Saing Daerah Tembus Peringkat Nasional

Kelompok Tani Sumber Rejeki yang dipimpin Bahrun memiliki lebih dari 40 anggota. Sebagian besar akan kembali menanam biosalin karena hasil panen sebelumnya dianggap menjanjikan. Petani di wilayah lain pun mulai tertarik — bahkan bibit biosalin kini dibawa untuk pengembangan wilayah sekitar kecamatan Tugu, hingga Kabupaten Jepara.

Menurut Bahrun, salah satu keunggulan biosalin adalah kadar gulanya lebih rendah dan panennya lebih cepat. “Kalau dari rasa, hampir sama seperti beras biasa. Tapi kelebihannya ya itu, bisa tumbuh di tanah asin,” jelasnya.

img_title BRIN Identifikasi 51 Spesies Baru, KOBI Integrasikan 16 Ribu Data Biodiversitas

Dari sisi ekonomi, Bahrun menuturkan biaya produksi per hektare bisa mencapai lebih dari Rp10 juta, tergantung kondisi cuaca dan tenaga kerja. Namun keuntungan bersih bisa mencapai Rp10 juta per musim bila harga gabah stabil. “Kalau prosesnya lancar, insyaallah ada keuntungan,” katanya optimistis. “Lima tahun kami nggak bisa tanam apa-apa. Sekarang, Alhamdulillah bisa panen lagi,” ujar Bahrun, tersenyum lebar.

Ya, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, merupakan Kawasan pesisir Kota Semarang. Hamparan sawah yang berbatasan dengan laut, perlahan berubah wajah.

img_title Pakar UGM Ingatkan Ancaman Punah Rafflesia Hasseltii, Dorong Konservasi Hutan Sumatera

Selamatan Petani Mangunharjo sebelum menanam

Photo :
  • VIVA Jogja/dok Kelompok Tani Sumber Rejeki

Banjir rob yang kian sering datang membuat sebagian besar lahan pertanian di wilayah pesisir itu tenggelam. Petani yang dulu menanam padi, kini banyak beralih menjadi petambak ikan bandeng. Namun, ancaman air laut terus merangsek, bahkan ke lahan-lahan yang belum sempat tenggelam.

Sinergi BRIN-Pertamina

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Pertamina Aviation Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui kerja sama ini, keduanya berupaya menghadirkan solusi berbasis sains dan pemberdayaan masyarakat, lewat pengembangan padi varietas biosalin—padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi akibat intrusi air laut.

“Permasalahan utama masyarakat di Mangunharjo adalah naiknya muka air laut yang menenggelamkan lahan pertanian mereka. Kami ingin menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan ini sekaligus memberdayakan para petani dan UMKM di wilayah terdampak,” ungkap Taufiq Kurniawan, Area Manager Comrel dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title