Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta pada 26–27 Desember 2025 memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membawa dampak besar terhadap kebersihan Kota Yogyakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat volume sampah
warga Kampung Cokrodiningratan menemukan cara kreatif untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus menambah tabungan. Melalui Permak Jas Kamal (Kampung Maggot Lestasi)
Pendopo Joglo Kapanewon Playen sebagai simbol baru pelayanan publik sekaligus ruang dialog masyarakat. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul,
Sebanyak 99 orang menerima remisi khusus, dan tiga di antaranya langsung menghirup udara bebas setelah masa hukuman mereka dinyatakan selesai berkat pengurangan
UNDIP mengirim tiga unit teknologi pengolahan air minum portabel untuk membantu warga terdampak banjir di Padang, Sumbar, guna memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana.