IDM Sambut Wisatawan Pertama 2026 dengan Tradisi Budaya dan Komitmen Lingkungan

Penyambutan pengunjung pertama di tahun 2026
Sumber :
  • Dok IDM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Awal tahun baru di destinasi heritage Taman Wisata Candi terasa istimewa. InJourney Destination Management (IDM) menyambut lima wisatawan pertama yang berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, serta unit Teater dan Pentas. Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan sekaligus komitmen perusahaan menghadirkan pengalaman berwisata yang bermakna.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Jajaran direksi dan manajemen IDM mengenakan busana tradisional Jawa, kebaya putih, beskap hitam, lurik coklat, lengkap dengan jarik dan blangkon. Di gerbang kedatangan, para wisatawan menerima syal batik ecoprint, lalu diiringi arak-arakan seni tradisi bregodo menuju area utama destinasi. Kehadiran seni tradisi ini menjadi lambang keramahan Nusantara dan penghormatan bagi tamu yang datang di hari pertama tahun 2026.

Tidak berhenti pada seremoni, penyambutan juga diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Wisatawan bersama Direksi IDM menanam pohon Bungur (Lagerstroemia speciosa) di kawasan candi. Bungur dipilih karena dalam tradisi Jawa melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan energi positif, sekaligus telah lama menjadi bagian dari lanskap heritage. Para pengunjung juga menerima souvenir berupa syal eco-print bermotif daun Bungur dan Bodhi, serta paket benih Bungur untuk ditanam di rumah masing-masing sebagai simbol keberlanjutan.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat Melayani Sepenuh Hati. “Penyambutan pengunjung pertama bukan sekadar tradisi, tetapi wujud komitmen menghadirkan pelayanan prima yang berakar pada budaya lokal. Melalui arak-arakan bregodo, kami ingin wisatawan merasakan hangatnya sambutan Nusantara sekaligus mengenal nilai luhur budaya yang kami lestarikan. Penanaman pohon menjadi simbol pertumbuhan dan keberlanjutan, mengajak wisatawan berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau,” ujarnya.

Salah satu wisatawan pertama di Keraton Ratu Boko, Darma asal Tangerang, mengaku terkesan dengan pengalaman tersebut. “Ini kunjungan pertama saya ke Ratu Boko. Kebetulan sedang bersepeda di sekitar penginapan, lalu memutuskan mampir. Sambutan yang saya terima membuat pengalaman ini sangat berkesan. Saya melihat Ratu Boko tertata dengan baik, terutama kebersihan lingkungannya,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sleman Temple Run 2026 Angkat Pesona Candi dan Wisata Alam Sleman Timur