Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Teramati Hingga 2 Kilometer

Awan panas Gunung Merapi meluncur ke sisi Barat Daya
Sumber :
  • Dok BPPTKG

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), periode pengamatan 5–6 Januari 2026 mencatat sejumlah guguran lava dan gempa vulkanik dengan intensitas cukup tinggi.

img_title Awan Panas Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi ini

Pada 6 Januari 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan dengan suhu udara 18,8–21 derajat Celsius dan kelembaban 75–77 persen. Visual gunung tertutup kabut tipis hingga sedang, sementara asap kawah tidak teramati. Dalam periode tersebut, tercatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–20 mm dan durasi 83–143 detik. Selain itu, terjadi 15 kali gempa hybrid dengan amplitudo 2–21 mm. Guguran lava teramati tiga kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Sementara pada pengamatan sehari sebelumnya, 5 Januari 2026, aktivitas Merapi lebih intens. Cuaca bervariasi dari mendung hingga cerah dengan suhu 18,9–25 derajat Celsius. Asap kawah berwarna putih bertekanan lemah terlihat setinggi 20–25 meter di atas puncak. Dalam periode 24 jam, tercatat 112 kali gempa guguran, 60 kali gempa hybrid, dan satu kali gempa tektonik jauh. Guguran lava teramati sebanyak 27 kali ke arah barat daya, meliputi Kali Krasak, Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

img_title Air Suci dari Lereng Merapi: Simbol Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

BPPTKG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan turun di sekitar Merapi. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik. BPPTKG menegaskan, jika terjadi perubahan signifikan pada aktivitas gunung, status Merapi akan segera ditinjau kembali.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Terus Teramati