Sleman akan Alokasikan APBD untuk Asuransi Pertanian

DPRD Sleman dan Pemkab dialog dengan petani muda
Sumber :
  • IST

SLEMAN, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman resmi mengalokasikan anggaran APBD 2026 untuk program asuransi pertanian. Kebijakan ini menjadi langkah baru dalam memberikan kepastian bagi petani menghadapi risiko gagal panen akibat serangan hama maupun bencana alam.

img_title Korupsi TKD : Lurah Condongcatur di-nonaktifkan

Melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto, diketahui bahwa program asuransi masih dalam tahap uji coba melalui demplot di tiga lokasi yakni Bulak Ngaglik, Sumbersari, dan Moyudan. Masing-masing lokasi memiliki luasan 10 hektare dan dipilih karena rawan serangan hama tikus. “Setiap hektare lahan mendapat premi asuransi Rp1,8 juta. Petani bisa mengajukan klaim jika terjadi gagal panen sesuai ketentuan,” ujarnya, Minggu (11/01/2026).

Data DP3 menunjukkan, per 5 Januari 2026, terdapat 559 hektare sawah di Sleman yang terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa tikus. Rinciannya: 410 hektare kategori ringan, 81 hektare sedang, 42 hektare berat, dan 26 hektare puso. Dari total tersebut, 135 hektare berhasil dikendalikan. Tiga kapanewon dengan serangan paling luas adalah Minggir (183 ha), Moyudan (154 ha), dan Godean (142 ha).

img_title Sleman Barat Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Infrastruktur Jadi Senjata Utama Pemkab

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik program ini, meski mengakui tantangan anggaran cukup besar. “Harapan saya program ini bisa diterapkan lebih luas, tapi kita harus realistis. Transfer keuangan Sleman baru saja dipangkas Rp240 miliar, jadi perlu perhitungan matang,” katanya.

Program ini menjadi tonggak baru karena sebelumnya perlindungan gagal panen ditanggung Kementerian Pertanian melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Namun, sejak 2025 kementerian tidak lagi melanjutkan program tersebut, sehingga Pemkab Sleman mengambil alih melalui APBD.

img_title NIB Jadi Kunci 110 Ribu UMKM Sleman Naik Kelas, Bisa untuk Akses Modal

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman, luas panen padi tahun 2025 mencapai sekitar 47 ribu hektare dengan produksi lebih dari 250 ribu ton gabah kering giling. Dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan DIY, keberadaan asuransi pertanian diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan kepercayaan petani untuk terus menanam.

“Ini bukan sekadar proteksi finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi petani. Mereka tidak lagi sendirian menghadapi risiko gagal panen,” tambah Rofiq.

Ke depan, Pemkab Sleman menargetkan perluasan cakupan asuransi hingga seluruh wilayah, dengan prioritas pada daerah rawan banjir dan kekeringan. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat pendanaan.

Halaman Selanjutnya
img_title