Sleman Perkuat Infrastruktur Perdagangan Rakyat dengan Program Revitalisasi Pasar

Pemkab Sleman siap revitalisasi tiga pasar
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan langkah strategis menghadapi perubahan lanskap ekonomi dan mobilitas wilayah. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemkab Sleman merencanakan revitalisasi tiga pasar tradisional yang dianggap vital dalam mendukung geliat perdagangan rakyat.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, menyebut pasar yang akan direvitalisasi meliputi Pasar Ngino di Kapanewon Seyegan, Pasar Kebonagung di Kapanewon Minggir, serta Pasar Pakem di Kapanewon Pakem. Program ini diajukan dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Di Sleman bagian barat akan ada exit tol. Kami siap menyambutnya dengan menyediakan pasar yang baik dan layak,” ujarnya.

Mae menegaskan, revitalisasi bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan respons terhadap dinamika pembangunan wilayah. Sleman barat diproyeksikan menjadi simpul pergerakan baru seiring hadirnya akses tol, sementara Sleman utara terus berkembang sebagai kawasan pariwisata. “Pasar yang representatif penting untuk mendukung ekosistem wisata,” tambahnya.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, menuturkan bahwa selain revitalisasi, pada 2026 juga akan dilakukan rehabilitasi sejumlah pasar tradisional. Namun jumlah dan lokasi pasar yang akan direhabilitasi masih dalam tahap pembahasan internal. “Masih proses, kami akan ekspos dulu ke Bupati. Setelah ada persetujuan, baru bisa kami sampaikan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada awal 2026, Disperindag Sleman telah melakukan rehabilitasi di Pasar Sambilegi dan Pasar Potrojayan. Perbaikan dilakukan menyusul kerusakan talang dan plafon musala akibat hujan deras disertai angin. Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional, Purwoko Haryadi, menjelaskan kerusakan terjadi karena talang tersumbat daun sehingga air merembes ke bangunan. Kondisi serupa juga dialami Pasar Sambilegi, di mana talang meluap dan menimbulkan genangan di area tlasaran.

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Data BPS Sleman menunjukkan jumlah pasar tradisional di kabupaten ini mencapai 43 unit, dengan rata-rata kunjungan harian sekitar 120 ribu orang. Sementara itu, sektor pariwisata Sleman mencatat 5,2 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025, meningkat 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan adanya exit tol baru, Pemkab memperkirakan arus wisatawan akan naik hingga 15 persen pada 2026.

Melalui revitalisasi dan rehabilitasi pasar, Pemkab Sleman berharap perdagangan rakyat tetap menjadi pusat ekonomi yang aman, nyaman, dan kompetitif. “Pasar tradisional harus mampu bersaing di tengah perubahan pola mobilitas dan pertumbuhan kawasan,” tegas Mae Rusmi.

Halaman Selanjutnya
img_title