Pengguna BBM Subsidi di DIY Menurun, Gas Melon Meningkat
- Bing Image Creative
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengalami pergeseran pola konsumsi energi yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, masyarakat DIY semakin banyak beralih dari bahan bakar bersubsidi ke non-subsidi, sementara kebutuhan LPG 3 kilogram untuk rumah tangga dan usaha kecil justru meningkat. Fenomena ini tercatat dalam laporan PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah yang menunjukkan tren penurunan konsumsi BBM subsidi, namun di sisi lain memperlihatkan kenaikan konsumsi LPG rumah tangga.
Data Pertamina menyebutkan, penyaluran Solar subsidi di DIY sepanjang 2025 mencapai 178.006 kiloliter atau 98,6 persen dari kuota, naik sembilan persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pertalite justru mengalami penurunan, dengan realisasi sebesar 519.900 kiloliter atau 93,7 persen dari kuota, turun tiga persen dibandingkan 2024. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawan dalam keterangan tertulsianya menjelaskan bahwa penurunan konsumsi Pertalite terjadi karena masyarakat mulai beralih ke BBM non-subsidi, sementara kenaikan LPG 3 kilogram didorong oleh tumbuhnya UMKM serta dukungan program Koperasi Desa Merah Putih.
Konsumsi LPG 3 kilogram di DIY sepanjang 2025 mencapai 153.146 metrik ton atau 100,03 persen dari kuota, naik tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, LPG non-subsidi justru menurun, dengan realisasi 13.287 metrik ton atau turun 1,46 persen. Meski demikian, produk Bright Gas menunjukkan tren positif, di mana Bright Gas 5,5 kilogram naik 13 persen dan Bright Gas 12 kilogram naik 10 persen dibandingkan 2024.
Di sisi lain, konsumsi BBM non-subsidi di DIY menunjukkan dinamika beragam. Pertamax naik 16,6 persen, Pertamax Turbo melonjak hingga 62 persen, Pertamina Dex meningkat 56,2 persen, sementara Dexlite justru turun 51,4 persen. Secara nasional, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa konsumsi BBM non-subsidi tumbuh positif. Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo 75 persen, Dexlite 11 persen, dan Pertamina Dex 36 persen. Bahkan, BBM ramah lingkungan Pertamax Green 95 mencatat kenaikan spektakuler hingga 117 persen, didukung oleh penambahan 71 outlet baru sehingga total outlet mencapai 177 SPBU di berbagai wilayah.
Penyaluran LPG subsidi 3 kilogram secara nasional juga mencapai 99,77 persen dari kuota 2025. Program One Village One Outlet memperkuat distribusi dengan lebih dari 62.600 desa dan kelurahan kini terlayani pangkalan resmi. Pertamina turut mendukung program KDMP melalui penguatan outlet LPG dan SPBUN yang dikelola koperasi nelayan. Hingga akhir 2025, tercatat 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya siap beroperasi.