Pustral UGM Inisiasi Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng
- Dok Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada mendorong penerapan Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui deklarasi yang digelar di Jeron Beteng, Minggu (01/02/2026) lalu. Deklarasi ini menandai komitmen bersama untuk menekan dampak lingkungan, memperbaiki kualitas udara, dan menata transportasi perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Deklarasi dibacakan oleh Prof Ir. Bakti Setiawan, dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas, hingga perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya pengurangan emisi di kawasan cagar budaya.
Mantan Ketua Pustral UGM, Prof. Ikaputra, menegaskan bahwa transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi karbon. “Sebagai kawasan warisan dunia UNESCO, Yogyakarta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam penanganan perubahan iklim,” ujarnya.
Jeron Beteng dipilih sebagai lokasi percontohan karena statusnya sebagai cagar budaya yang mudah dikenali publik. Pustral berharap penerapan prinsip KRE dapat diperluas ke kawasan lain, seperti Pasar Ngasem dan wilayah di luar benteng.
Inisiatif ini mendapat respon positif dari pemerintah daerah dan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pustral. “Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan ini,” katanya.
Melalui slogan “Nyawiji tanpa emisi, Tradisi luwih Lestari”, Pustral menekankan bahwa keberhasilan KRE hanya dapat dicapai dengan kerja sama semua pihak. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan perkotaan yang ramah lingkungan sekaligus menjaga kelestarian budaya Yogyakarta.