Car Free Night Malioboro ditiadakan selama Lebaran
- VIVA Jogja/jogjakartatour.com
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Selama periode libur Idulfitri, kebijakan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Malioboro resmi ditiadakan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas. Kebijakan ini diberlakukan mulai setelah Hari Raya Idulfitri hingga 29 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan yang diprediksi memadati pusat Kota Yogyakarta.
Keputusan tersebut diambil oleh aparat kepolisian dengan mempertimbangkan lonjakan volume kendaraan selama masa libur panjang. Kawasan Malioboro yang selama ini dikenal sebagai ruang publik ramah pejalan kaki pada malam hari, untuk sementara akan dibuka penuh bagi kendaraan bermotor agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang kerap terjadi saat musim liburan. Menurutnya, banyak pengendara yang hanya melintas untuk menikmati suasana Malioboro tanpa berhenti, sehingga akses kendaraan tetap perlu dibuka.
“Selama periode libur Lebaran, kendaraan tetap diperbolehkan melintas di Malioboro. Untuk sementara, tidak ada penerapan car free night hingga akhir Maret,” ujarnya.
Data dari Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa selama libur Lebaran, volume kendaraan yang masuk ke Kota Yogyakarta dapat meningkat hingga 30–40 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan, pada puncak arus libur, jumlah kendaraan yang melintasi kawasan Malioboro bisa mencapai puluhan ribu unit per hari, terutama pada sore hingga malam hari.
Selain Malioboro, perhatian pengamanan juga difokuskan di kawasan Pasar Ngasem yang dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner tradisional favorit wisatawan. Lokasi ini kerap mengalami kepadatan signifikan karena akses jalannya relatif sempit dan ketersediaan lahan parkir yang terbatas.
Kondisi tersebut mendorong kepolisian untuk menyiagakan personel di sejumlah titik strategis guna melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengurai kepadatan. Selain itu, petugas juga akan mengarahkan pengunjung ke kantong-kantong parkir alternatif yang telah disiapkan di sekitar kawasan wisata.
“Pasar Ngasem menjadi salah satu titik yang kami prioritaskan pengamanannya. Kami akan menempatkan personel untuk mengatur arus kendaraan dan memberikan informasi terkait lokasi parkir terdekat agar tidak terjadi penumpukan,” tambahnya.