Fore Coffee Didesak Segera Nyatakan Komitmen Telur Bebas Sangkar
- Dok AFJ
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi protes yang digelar oleh terhadap Fore Coffee untuk segera menggunakan telur bebas sangkar, Kamis (02/04/2026). Aktivis AFJ menampilkan papan reklame besar bertuliskan “Fore, Jangan Diam: Go Cage-Free!” sebagai bentuk desakan agar perusahaan kopi tersebut segera beralih menggunakan telur bebas sangkar dalam rantai pasoknya. Aksi ini menegaskan tuntutan publik yang semakin kuat terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan.
Dalam aksi tersebut, aktivis mengenakan topeng ayam dan membawa poster yang menggambarkan kondisi ayam petelur di kandang baterai. Mereka juga membagikan selebaran berisi informasi tentang dampak buruk sistem kandang intensif terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan. Menurut AFJ, sistem kandang baterai membuat ayam hidup dalam ruang sempit seukuran kertas A4, sehingga tidak bisa bergerak bebas atau mengekspresikan perilaku alaminya. Kondisi ini menimbulkan stres berkepanjangan, meningkatkan risiko penyakit, serta menyebabkan gangguan kesehatan seperti tulang rapuh dan cedera.
Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan AFJ, menyoroti ketidaksesuaian antara citra keberlanjutan yang diusung Fore Coffee melalui kampanye #FOREsponsible dengan praktik nyata perusahaan. “Fore Coffee mengangkat narasi keberlanjutan, tetapi hingga kini belum menunjukkan komitmen cage-free. Konsumen berhak mendapatkan produk dari sistem yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya. Pernyataan ini memperkuat kritik bahwa Fore Coffee belum menindaklanjuti janji keberlanjutan yang mereka gaungkan.
Tekanan terhadap Fore tidak hanya datang dari aktivis, tetapi juga dari masyarakat luas. Lebih dari 13.000 orang telah menandatangani petisi yang mendesak Fore Coffee segera mengadopsi kebijakan bebas sangkar. Dukungan publik ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan hewan semakin mendapat perhatian dan menjadi bagian dari tuntutan konsumen terhadap perusahaan. Tren global pun mengarah ke arah yang sama. Survei di 14 negara menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur dari sistem bebas sangkar dan menilai kesejahteraan hewan sebagai aspek penting dalam rantai pasok pangan. Di Indonesia sendiri, tercatat 122 perusahaan telah berkomitmen menggunakan telur cage-free, menandakan bahwa standar industri mulai bergeser ke arah yang lebih beretika.