BPBD Yogyakarta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Kesiapsiagaan Bidang PK & DIKK BPBD Kota Yogyakarta
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang belakangan ini semakin tidak menentu, serta mengintensifkan langkah antisipasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana. Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang PK & DIKK BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu terakhir kondisi cuaca di wilayah Yogyakarta mengalami perubahan drastis, mulai dari panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang. Situasi ini menimbulkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

img_title Usung "Lokal Mumpuni, Ngrambah Nagari", HIPMI dan Pemkot Yogyakarta Bersinergi Cetak Pengusaha Muda Tangguh

Menurut Darmanto, salah satu risiko yang paling sering muncul adalah angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan atap rumah. Hujan deras yang datang tiba-tiba setelah cuaca panas juga berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir lokal, terutama di kawasan dengan sistem drainase terbatas. Warga yang tinggal di bantaran sungai diingatkan agar lebih waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak. Selain itu, kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berulang bisa memicu longsor skala kecil, seperti talud ambrol atau tebing sungai yang labil. Risiko petir juga menjadi perhatian karena dapat membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan.

BPBD Kota Yogyakarta tidak hanya mengingatkan masyarakat, tetapi juga melakukan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara real-time. Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong menjadi fokus utama dalam sistem peringatan dini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diaktifkan selama 24 jam penuh untuk merespons berbagai kejadian darurat, mulai dari pohon tumbang hingga genangan air. Pada awal April 2026 saja, tercatat sudah ada empat pohon tumbang yang ditangani oleh tim. Meski demikian, kondisi permukaan air sungai di wilayah Yogyakarta masih relatif stabil. Telemetri Pusdalops BPBD menunjukkan tidak ada kenaikan maupun penurunan signifikan, sementara pemantauan melalui CCTV memastikan kebersihan sungai tetap terjaga. Darmanto memberikan apresiasi kepada warga bantaran sungai yang konsisten menjaga lingkungan bebas dari sampah, menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Dua Nelayan Jepara Diduga Hilang di Perairan Bondo, Pencarian Dilakukan Hari Ini