Api Misterius di Seyegan: BPBD Sleman Siapkan Langkah Lintas Sektor
- Bing Image Creator
SLEMAN, VIVA Jogja - Fenomena api misterius yang berulang kali muncul di rumah seorang warga di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, terus menimbulkan kehebohan sekaligus kecemasan. Dalam sepekan terakhir, lebih dari 40 titik api tercatat menyala secara acak di rumah milik Agus Yani. Peristiwa ini bukan hanya mengundang perhatian masyarakat sekitar, tetapi juga memaksa aparat dan lembaga terkait untuk mengambil langkah serius dalam penanganannya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menjadi salah satu instansi yang bergerak cepat. Selain memberikan bantuan logistik kedaruratan, BPBD berencana menggandeng Pertamina dan ahli geologi untuk melacak kepastian sumber pemicu kebakaran. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyalurkan bantuan permakanan sejak fenomena ini diketahui. Ia juga menyebut tim Gegana dan Inafis Polda DIY telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas metana dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga. Septictank yang menjadi titik awal kecurigaan telah dikuras, namun api tetap muncul. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada rembesan gas dari saluran lain atau faktor geologi yang belum teridentifikasi. BPBD bersama aparat lain kini menunggu perkembangan sambil menyiapkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan melibatkan pakar geologi dari perguruan tinggi.
Kronologi awal kejadian bermula pada Jumat malam, 23 Mei 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Api pertama kali membakar kain microfiber yang sebelumnya digunakan untuk mengelap tumpahan minuman. Awalnya, keluarga tidak terlalu memikirkan peristiwa tersebut. Namun, beberapa jam kemudian, api kembali muncul dan membuat penghuni rumah terbangun karena anak mereka mengalami sesak napas. Sejak saat itu, titik api terus bermunculan di berbagai sudut rumah, mulai dari kasur, sofa, boneka anak, hingga pipa saluran air.
Situasi ini membuat keluarga Agus Yani harus berjaga sepanjang malam. Mereka mengevakuasi barang-barang yang mudah terbakar, menyiapkan ember berisi handuk basah, serta menyediakan alat pemadam api ringan. Meski upaya antisipasi dilakukan, api tetap muncul secara acak, bahkan sempat membakar helm dan styrofoam di ruang depan pada Kamis siang, 28 Mei 2026. Putri Agus, H. Mutfiana, mengaku khawatir karena api bisa menyambar benda apa pun tanpa diduga.