UGM Gelar Sarapan Gratis, Mahasiswa Lebih Siap Hadapi UAS
- Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Suasana ujian akhir semester (UAS) di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini terasa berbeda. Di sejumlah fakultas, mahasiswa disambut dengan paket sarapan gratis yang dibagikan sebelum ujian dimulai. Program ini menjadi bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa, terutama mereka yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi maupun terdampak bencana.
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Dr drh Widagdo Sri Nugroho menyebut inisiatif ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga dukungan moral. “Sangat membantu, terutama teman-teman yang sedang terdampak bencana. Tetapi terlepas dari itu, program ini juga sangat membantu mahasiswa yang tidak sempat sarapan,” ujarnya, Kamis (18/12).
Di FKH, sarapan dibagikan langsung oleh dosen atau tenaga pendidik pada sesi pertama ujian. Paket makanan disiapkan sesuai jumlah peserta ujian di tiap ruangan. “Aman saja semuanya, lancar dan tepat sasaran. Kalaupun ada kelebihan, biasanya diberikan kepada petugas keamanan atau pengawas,” tambah Widagdo.
Mahasiswa pun merasakan manfaat nyata. Aulindasyifa dari Fakultas Geografi mengaku lebih fokus mengerjakan soal setelah mendapatkan sarapan. “Kadang ujian mulai pagi sekali, sementara tidak sempat masak. Dengan adanya sarapan gratis, konsentrasi jadi lebih terjaga,” katanya.
Namun, ada pula catatan kritis dari mahasiswa. Maria Rosa Fortunata dari Fakultas Kedokteran Gigi menilai program ini belum sepenuhnya optimal. “Makanannya masih berupa makanan ringan, belum cukup untuk kebutuhan energi selama ujian. Tapi inisiatif ini sudah baik,” ujarnya. Ia berharap ke depan fakultas bisa menyediakan menu yang lebih mengenyangkan, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Program serupa juga berjalan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Hukum (FH). Di FIB, sarapan gratis dikenal dengan nama SIBUYA (Sarapan Pagi Ilmu Budaya). Program ini merupakan kerja sama Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POTMA), Dharma Wanita, dan kantin fakultas. Setiap Senin, Selasa, dan Kamis selama dua minggu UAS, sekitar 200 porsi sarapan dibagikan. Sistemnya menggunakan kupon, sementara menu Selasa berasal langsung dari orang tua mahasiswa yang memiliki usaha kuliner.