Dapur MBG Karanganyar Mengepul Lagi, Rp30 Miliar Berputar Tiap Bulan

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogia - Aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar kembali mengepul sejak sekolah masuk awal 2026. Setelah jeda evaluasi akhir tahun, pemerintah daerah memastikan layanan makan bergizi untuk pelajar kembali berjalan penuh.

img_title Pemkab Karanganyar Respons Desakan Golkar, Kaji Penguatan Aturan Pembakaran Sampah

Puluhan dapur MBG mulai beroperasi melayani ribuan siswa. Pemerintah menyebut seluruh proses administrasi dan transfer dana dari pusat telah kembali normal sehingga tidak ada lagi alasan operasional terhenti.

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG menyatakan, jeda operasional di penghujung tahun lalu merupakan bagian dari evaluasi rutin program nasional.

img_title Jelang MBG Kembali Berjalan, Tiga Dapur di Karanganyar Diusulkan Dievaluasi, Ini Penyebabnya

“Setiap akhir tahun pasti ada evaluasi. Sekarang sekolah sudah aktif, MBG otomatis jalan lagi. Di 2026 ini kami pastikan serapan anggaran lebih optimal,” kata Adhe Eliana, Kamis (8/1/2026).

Lebih jauh, Pemkab Karanganyar tidak hanya menempatkan MBG sebagai program gizi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi lokal. Seluruh pasokan bahan makanan ditargetkan berasal dari desa-desa di wilayah Karanganyar.

img_title Program Strategis Nasional di DIY 2026 Dorong Pembangunan Inklusif dan Ekonomi Berdaya Saing

Untuk itu, pemerintah akan mengonsolidasikan kepala desa dan mitra penyedia pangan guna memetakan kesiapan komoditas, mulai beras, telur, susu hingga sayuran.

“Kalau bisa semua dari Karanganyar. Kita ingin uangnya berputar di sini. Hitungan kasarnya, perputaran ekonomi bisa mencapai Rp30 miliar setiap bulan,” ujarnya.

Adhe memastikan, dapur MBG yang sempat berhenti bukan karena kekurangan anggaran. Kendala terjadi akibat proses administrasi dan penyesuaian sistem di akhir tahun.

“Dana sudah masuk lagi. Dapur yang kemarin sempat berhenti sekarang sudah jalan,” tegasnya.

Pasca evaluasi menyeluruh, pengawasan program diperketat. Standar mutu, kelengkapan dapur, dan distribusi makanan kini diawasi lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Masalah yang kemarin sudah kita mitigasi. Dua bulan terakhir tidak ada kejadian. Penerima manfaat juga merasa puas,” kata Adhe.

Sementara itu, pengembangan lanjutan fasilitas MBG masih akan dibahas bersama kementerian dan pihak terkait, seiring perluasan jangkauan program di Karanganyar.