Dirjen Pendia Ingatkan Pesantren Tak Cukup Hanya Ajarkan Agama di Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pondok Pesantren Darul Quran Surakarta yang mengusung integrasi pendidikan Al-Azhar dan sains modern mendapat dukungan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Amien Suyitno.
Dalam kesempatan itu, Amien juga menekankan pentingnya pengawasan dan tata kelola pesantren untuk menjaga kualitas pendidikan Islam serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Pesantren yang diinisiasi Yayasan Darul Quran Surakarta tersebut dirancang menjadi lembaga pendidikan yang memadukan khazanah keilmuan Islam (turats Islamiyah), pendidikan keagamaan berbasis madrasah, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Menurut Amien, model pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga harus mampu menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Insya Allah menjadi salah satu pondok pesantren yang bisa menggabungkan pendidikan berbasis turats Islamiyah, keagamaan, dan juga sains. Dirancang dengan penguatan ilmu agama sebagaimana tradisi pendidikan Al-Azhar sekaligus berbasis STEAM,” kata Amien, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di berbagai bidang keilmuan dan profesi.
Menurutnya, tantangan global yang terus berkembang menuntut lembaga pendidikan Islam untuk melakukan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan yang selama ini menjadi kekuatan pesantren.
Selain aspek kurikulum, Amien menegaskan bahwa tata kelola lembaga dan sistem pengawasan pesantren juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan.
Keberhasilan sebuah pesantren, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajar dan program pembelajaran, tetapi juga oleh kepemimpinan yang kuat, manajemen yang profesional, serta lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi santri.
Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren harus terus dijaga melalui pengelolaan lembaga yang transparan dan bertanggung jawab. Karena itu, setiap pesantren perlu membangun sistem pembinaan yang baik agar proses pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia.