Garuda Institute Dorong Evaluasi Total BGN, Dukung Keberlanjutan Program MBG
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
Menurut Erlan, MBG harus diposisikan sebagai instrumen strategis pembangunan manusia. Kebijakan ini penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak, menurunkan prevalensi stunting, serta memperkuat kapasitas belajar peserta didik. “Pemerintah perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program ini. Kualitas yang konsisten, sistem distribusi efisien, jaminan keamanan pangan memadai, serta mekanisme pengawasan ketat mutlak diperlukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan program harus berbasis pada dampak substantif, bukan sekadar output administratif. “Keberhasilan sejati harus diukur dari perbaikan status gizi, peningkatan konsentrasi belajar, serta produktivitas jangka panjang generasi muda,” imbuhnya.
Dimensi Ekonomi dan Fiskal
Di sisi ekonomi, MBG diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, koperasi, petani, peternak, dan nelayan dalam ekosistem penyediaan pangan. Pemerintah juga didorong mempercepat penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui penguatan sektor produktif seperti hilirisasi, industri bernilai tambah, dan ekonomi digital.
Namun Garuda Institute mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebijakan sosial dan keberlanjutan fiskal. Disiplin anggaran dan peningkatan pendapatan negara harus dijaga agar program sosial ini tidak menimbulkan tekanan fiskal jangka panjang.
Erlan mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga rasionalitas publik dan memperkuat kolaborasi. Kritik berbasis data harus ditempatkan sebagai ruang evaluasi objektif dan konstruktif, sementara masyarakat diharapkan aktif dalam pengawasan sosial di lapangan.
Dengan dorongan evaluasi total terhadap BGN, Garuda Institute menegaskan bahwa keberlanjutan Program MBG adalah keniscayaan demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas dalam dua dekade mendatang.