Bedah Rumah, Kerja-sama Warga dan Pemerintah Kota

Warga Yogya pemerima Program bedah Rumah Tidak Layak Huni
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

Kegiatan bedah rumah ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Yogyakarta. Warga tidak hanya menyumbang dana, tetapi juga tenaga. Mereka bergandeng tangan demi membantu sesama yang membutuhkan. Kehadiran pemerintah memperkuat keyakinan bahwa persoalan sosial dapat diselesaikan bersama. Hasto menekankan bahwa kepedulian warga adalah modal utama dalam membangun kota yang lebih manusiawi.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

Salah satu penerima manfaat, Sumini, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan semua pihak yang terlibat. “Matur nuwun sanget. Kulo tiyang mboten gadhah, dibantu. Mugi-mugi amalipun dados amal ingkang sae,” ucapnya penuh haru. Ia berharap pembangunan rumah dapat berjalan lancar sehingga keluarganya segera menempati hunian yang lebih layak. Harapan sederhana itu menjadi gambaran betapa pentingnya program ini bagi warga kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Bedah rumah di Tegalrejo dan Gedongtengen bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan rasa kebersamaan. Di balik dinding yang diperbaiki, tersimpan nilai solidaritas yang menguatkan ikatan antarwarga. Pemerintah hadir bukan sebagai pihak yang berdiri di atas, melainkan sebagai mitra yang bekerja bersama masyarakat. Dengan semangat gotong royong, rumah yang tadinya rapuh kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

img_title Walikota Yogyakarta Susuri Sungai Code, Fokus Penataan Kawasan Selatan

Peristiwa ini menegaskan bahwa Yogyakarta bukan hanya kota budaya, tetapi juga kota yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Bedah rumah menjadi simbol kepedulian, bahwa setiap warga berhak atas hunian layak. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, program ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. Rumah yang dibangun bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga cermin kebersamaan yang menjadi identitas Yogyakarta.Bedah rumah tidak layak huni Yogyakarta

 

img_title Yuliantono Resmi Pimpin Karang Taruna Kota Yogyakarta 2026–2031