Libur Nataru, Yogya Diserbu Lebih dari Satu Juta Wisatawan

Pelancong memadati Malioboro saat libur Lecaran 2025
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska SE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Suasana Malioboro, Keraton, hingga Kebun Binatang Gembira Loka kembali dipadati pengunjung sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Tidak hanya destinasi lama, pusat kuliner seperti Pasar Ngasem, Beringharjo, kawasan Wijilan, dan sentra bakpia Pathuk di Ngampilan juga menjadi magnet baru bagi wisatawan. Media sosial disebut berperan besar dalam memperkenalkan titik-titik kuliner tersebut.

img_title Akses Difabel Regol Ayom di Malioboro Masih Uji Coba

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menegaskan bahwa fondasi pariwisata kota ini masih kokoh. Ia menyebutkan jumlah kunjungan selama periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 1.167.613 orang. Angka itu jauh melampaui perkiraan awal dan menjadi sinyal kebangkitan sektor wisata. “Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan pariwisata kita tetap kuat dan semoga semakin bergeliat di tahun 2026,” ujarnya.

Selain jumlah kunjungan, indikator lain juga mencatat hasil menggembirakan. Rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan mencapai Rp3.096.445, dengan lama tinggal sekitar 2,36 hari. Data tersebut diperoleh dari survei di berbagai titik prioritas, mulai dari hotel, objek wisata, hingga kawasan destinasi utama seperti Taman Pintar, Museum Sonobudoyo, dan Benteng Vredeburg.

img_title Yogyakarta Merayakan Kehidupan Budaya dengan Semangat “Manjing Ajur Ajer”

Menariknya, kebijakan Pemerintah Kota melalui Surat Edaran yang melarang pesta kembang api pada malam pergantian tahun tidak memengaruhi jumlah wisatawan. Imbauan itu justru diarahkan agar hotel, restoran, dan penyelenggara acara mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, termasuk aksi empati dan donasi bagi korban bencana di Sumatera.

Mayoritas wisatawan datang bersama keluarga, memanfaatkan momentum libur panjang yang diperkuat kebijakan Work From Anywhere pemerintah pusat. Kondisi ini mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memperlihatkan tren baru: wisatawan tidak hanya mengejar destinasi populer, tetapi juga mencari pengalaman kuliner dan budaya yang lebih beragam.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Wahyu menambahkan, ke depan pihaknya ingin menggeser orientasi pariwisata dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menjadi pariwisata berkualitas. Harapannya, wisata yang berkelanjutan mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat Yogyakarta, sekaligus menjaga daya tarik kota budaya ini tetap hidup di tengah persaingan destinasi lain.