Bantul Surplus Beras, Petani Terima Bantuan Alsintan

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyerahkan bantuan
Sumber :
  • Humas Pemkab Bantul

BANTUL, VIVA Jogja - Surplus beras hampir 70 ribu ton pada tahun 2025 menjadi bukti gemilangnya kinerja sektor pertanian Kabupaten Bantul. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah dan petani, yang kini kembali diperkuat dengan penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Aula Pari, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

img_title Bantul Genjot Program Pro-Rakyat di Hari Jadi ke-195, Sultan Tekankan Eksekusi Nyata

Dalam acara tersebut, pemerintah menyerahkan 6 unit traktor roda dua, 10 unit traktor roda empat, serta 1 unit combine harvester besar kepada sejumlah kelompok tani dan gabungan kelompok tani (poktan/gapoktan). Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses mekanisasi pertanian yang selama ini menjadi kunci peningkatan produktivitas.

Menurut laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, sepanjang 2025 luas lahan tanam mencapai 34.062 hektare, naik 3.000 hektare dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 31.500 hektare berhasil dipanen dengan produksi beras mencapai 130 ribu ton. Angka ini menempatkan Bantul sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di DIY, dengan tingkat ketahanan pangan yang relatif stabil. Data Badan Pusat Statistik DIY mencatat, kontribusi Bantul terhadap produksi beras provinsi mencapai lebih dari 20 persen.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Bupati Abdul Halim menegaskan bahwa capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa mekanisasi. “Alsintan adalah tulang punggung modernisasi pertanian. Tanpa mekanisasi, sulit bagi kita untuk meningkatkan kinerja sektor ini,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemkab Bantul terus mendorong kolaborasi lintas institusi agar kebutuhan alsintan terpenuhi, sekaligus memastikan petani tetap menjadi ujung tombak di lapangan.

Apresiasi juga disampaikan kepada para petani yang telah menjaga kekompakan. Halim berpesan agar bantuan alsintan digunakan sesuai kesepakatan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Kebahagiaan tampak dari wajah para penerima bantuan. Gapoktan Tamanan Makmur di Banguntapan, misalnya, menerima traktor roda empat yang menurut salah satu anggotanya, Winarjo, sangat membantu mengolah lahan kering. “Dulu lahan kering kami sulit digarap, sekarang lebih mudah. Lahan basah bisa dengan traktor tangan, lahan kering dengan traktor roda empat,” katanya.

Hal serupa dirasakan Ketua Gapoktan Patri, Selopamioro, Suripto. Ia menilai alsintan modern ini mampu menekan biaya produksi sekaligus memperluas lahan garapan. “Dulu kami hanya mengandalkan cangkul. Dengan traktor, pekerjaan lebih singkat, biaya lebih ringan, dan hasil lebih maksimal,” ujarnya penuh senyum.

Halaman Selanjutnya
img_title