Bupati Sleman Tinjau Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Angin
- Humas Pemkab Sleman
SLEMAN, VIVA Jogja - Bupati Sleman Harda Kiswaya meninjau langsung rumah warga yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang di Dusun Sidorejo, Hargobinangun, Pakem, Senin (19/1/2026). Dalam kunjungannya, ia didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Bupati menemui Jumirah, seorang warga berusia 70 tahun, yang rumahnya tertimpa pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Peristiwa hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) siang. Menurut laporan BPBD Sleman, kejadian itu tidak hanya merusak rumah Jumirah, tetapi juga menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah lain. Data BPBD mencatat sedikitnya 137 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat, serta 47 titik pohon tumbang yang menimpa rumah, tiang listrik, dan fasilitas umum. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp261,9 juta. Selain kerusakan fisik, seorang warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Harda menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan perbaikan rumah. Sejak hari kejadian, BPBD Sleman telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen kerusakan, evakuasi pohon tumbang, serta menyalurkan bantuan logistik berupa pangan dan kebutuhan darurat lainnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di awal tahun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan sangat penting untuk menjaga keselamatan warga. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi harus terus diperkuat, mengingat wilayah Sleman termasuk daerah rawan bencana dengan intensitas hujan tinggi dan kondisi geografis yang dekat dengan Gunung Merapi.
Kunjungan Bupati Sleman ke rumah Jumirah menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap warganya yang terdampak bencana. Lebih dari itu, peristiwa hujan angin kali ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat sistem peringatan dini agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak lebih besar di masa mendatang.