Siswa SMP di Yogya Terima Program Tablet Tambah Darah

Siswa SMP di Kota Yogya terima tablet tambah darah
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan memperluas program pemberian tablet tambah darah (TTD) ke seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan angka anemia pada remaja, yang selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan menonjol di kalangan pelajar.

img_title Pemkot Yogyakarta Integrasikan ACF TB dan Cek Kesehatan Gratis Dorong Eliminasi Tuberkulosis

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iswari Paramita, menjelaskan bahwa skrining anemia yang sebelumnya hanya menyasar remaja putri kini diperluas untuk seluruh siswa kelas 7, baik laki-laki maupun perempuan. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas puskesmas melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah dengan metode pengukuran kadar hemoglobin, dan bila diperlukan dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan prevalensi anemia di Kota Yogyakarta menurun dari 29,6 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2024. Penurunan ini dikaitkan dengan program Aksi Bergizi dan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang semakin masif. Meski demikian, evaluasi tiga tahun terakhir menemukan proporsi anemia terbesar pada siswa kelas 10 SMA, sehingga pola konsumsi dan kebiasaan gizi di jenjang SMP dinilai sangat menentukan kondisi kesehatan remaja di tingkat berikutnya.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Iswari menambahkan bahwa pada 2026 akan digelar edukasi gizi serentak secara nasional dalam rangka Hari Gizi Nasional. Salah satu materi utama adalah kebiasaan rutin mengonsumsi tablet tambah darah seminggu sekali, terutama bagi remaja putri. Ia menegaskan bahwa koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Agama karena banyak sekolah berada di bawah naungan Kemenag, sehingga cakupan program bisa lebih luas dan hasil skrining anemia dapat terus diadvokasikan agar semua pihak semakin peduli.

Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti, memastikan program pemberian TTD berjalan efektif di sekolahnya. Guru bertugas mengawasi agar siswa benar-benar meminum tablet setiap minggu. Jika ditemukan anemia sedang hingga berat, siswa langsung dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan talasemia. Menurutnya, program ini sangat membantu terutama bagi remaja putri yang cenderung pilih-pilih makanan sehingga kadar hemoglobin rendah. Ia berharap program terus berlanjut dengan monitoring dan evaluasi rutin, serta pelatihan pengawasan minum tablet tambah darah bagi kader kesehatan dan tim UKS.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi